Disambut Ribuan Buruh Rokok, Sanusi Janjikan Pembinaan

MALANG,TABLOIDJAWATIMUR. COM – Ribuan pekerja rokok Mitra Produksi Sigaret (MPS) KUD Sumber Makmur, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menyambut kedatangan Plt. Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, MM, Selasa (03/09/2019) siang. Bersama istrinya, Hj. Anis Zaida dan jajaran Muspika Kecamatan Ngantang, Sanusi menyapa para pekerja yang sedang asik memproduksi rokok kretek.

 

Plt Bupati Malang, HM Sanusi berada di tengah-tengah buruh pabrik rokok di Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

 

DI HADAPAN para pekerja dan Direktur MPS KUD Sumber Makmur, Ir. Budi Yuwono, Plt Bupati Malang  mengatakan, Pemerintah Kabupaten Malang siap memberikan pembinaan dan pendampingan kepada manajemen dan para pekerja.

”Melalui Dinas Tenaga Kerja, Pemkab Malang akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan. MPS KUD Sumber Makmur akan mendapatkan pembinaan kegiatan-kegiatan yang sifatnya pengembangkan diri dan yang dapat menambah pendapatan atau mengolah potensi yang ada di wilayahnya. Pemkab Malang telah mencanangkan One Distric, One Destination. Dan, One Village, One Product,” terang Sanusi.

Plt Bupati Malang, HM Sanusi didampingi istrinya, Hj. Anis Zaida berada di tengah-tengah buruh pabrik rokok di Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Plt Bupati Malang yang tinggal di Gondanglegi ini menambahkan, Pemkab Malang sedang dalam tahapan mengembangkan pertanian dan peternakan. Untuk pengembangan pertanian misalnya, bersama MRI-SAAS China,  targetnya ada  peningkatan  panen padi mencapai 14 – 15 ton per hektar. Demikian pula dengan peternakan sapi perah, produksi susu sapi per ekornya bisa tembus 42 liter per hari.

Di China, masih kata  Sanusi,  untuk pakannya  memang berbeda. Di sana, rumput diolah, digiling dulu jadi bubur, diberi bakteri agar kandungan gizinya tinggi.  Karena gizinya bagus, kualitas susunya pun bagus. Demikian juga bibit sapi,  sudah bisa dipisahkan. Mau sperma bibit sapi jantan atau betina.

”Di Kecamatan Ngajum, sudah dikembangkan juga peternakan sapi perah kerjasama dengan Australia. Seekor sapi bisa menghasilkan susu 35 liter per hari. Hal ini untuk mengembangkan perekonomian. Khusus untuk pengembangan MPS KUD Sumber Makmur, Pemkab Malang, melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, akan terus melakukan pembinaan. Apa saja yang dibutuhkan KUD ini dalam upaya meningkatkan produksi rokoknya, akan dibantu. Pemkab akan melakukan pembinaan dan pendampingan agar KUD ini tetap berproduksi secara lancar dan mampu mensejahterakan para pekerjanya,” jelasnya.

Sanusi pun mengajak manajemen MPS KUD Sumber Makmur dan para pekerja untuk memahami regulasi dari pemerintah pusat yang mungkin dirasakan membatasi kegiatan. Setidaknya, setelah munculnya iklan ‘Merokok Dapat Membunuh’. Tetapi Sanusi tidak pernah mendengar orang yang merokok mati. “Pasti yang merokok, orangnya hidup,” katanya bercanda.

Terpisah, Direktur MPS KUD Sumber Makmur Ngantang, Ir. Budi Yuwono mengatakan, pihaknya selama ini memberdayakan mayoritas warga Ngantang untuk berkecimpung di industri pengolahan tembakau yang lebih mengutamakan padat karya ini. Total pekerja 1.200 orang. Rinciannya, 95 persen berasal dari warga Ngantang. Sedangkan yang 5 persen dari warga Pujon dan Kasembon. Pihaknya terus berupaya membudidayakan rokok kretek guna melestarikan kebudayaan Indonesia.

”Rokok kretek tangan secara internasional hanya ada di Indonesia. Meski saat ini teknologi semakin maju, kami lebih memilih memanfaatkan tenaga padat karya. Para karyawan juga diberikan pelatihan, supaya bisa memiliki keahlian tersendiri saat menghadapi masa purna kerja. Semoga ke depan para karyawan dapat tetap bisa eksis berkarya usai pensiun nanti. Pelatihan-pelatihan tersebut kami kemas dalam kegiatan UMKM kecil,” tegasnya. (iko/mat)