Dinas Koperasi, Beri Pelatihan Produk Olahan

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Sebagai salah satu tujuan wisata, kota malang memiliki peluang besar untuk para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), khususnya di bidang kuliner. Bahkan, lebih jauh lagi, bidang UKM kuliner bisa menjadi salah satu sumber yang bisa menambah PAD Kota Malang.

 

Pelaksanan pelatihan oleh dinas koperasi.

UNTUK itu, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro memberikan pembinaan dan pelatihan ketrampilan kerja untuk peningkatkan kwalitas usaha mikro, melalui produk olahan tingkat lanjutan. Diikuti sekitar 60 peserta dilaksanakan di Hotel Pelangi, (16-20/07/2018), dengan menghadirkan tiga pembicara.

“Tempat wisata di Malang, menjadi salah satu lokasi pemasaran produk kuliner. Karena itu, pelatihan produk olahan terus digalakkan. Kreasi dan inovasi asli Malang, yang mempunyai daya saing. Ini peluang pelaku usaha, diharapkan bisa menjadi pengusaha mandiri,” tutur Tri Widyani, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Malang, saat pembukaan pelatihan, Senin (16/07/2018).

Ia melanjutkan, pelatihan tersebut menjadi salah satu tugas pokok dan fungsi Dinas Koperasi. Dalam pelaksanaannya, bekerjasama dengan berbagai pihak, sehingga tercipta sinergitas. Terlebih lagi, saat ini telah ada klinik bisnis Dinas Koperasi dan UMKM, yang bisa digunakan sabagai sarana konsultasi bagi pelaku usaha.

“Di luar sana, masyarakat pelaku usaha yang ingin menjadi binaan Dinkop, tentu cukup banyak. Untuk itu, kami berharap para peserta sungguh sungguh dan benar benar memanfaatkan pelatihan ini. Apalagi bisa melakukan konsultasi di Klinik Bisnis Dinkop,” lanjutnya.

Beberapa produk olahan yang dilakukan berupa pembuatan tepung Mocat, kue kering, cake pisang, sambel ijo tongkol, sambel bajak pete, abon jamur pedas, abon ayam pedas, abon jamur, pembuatan tepung ubi jalar, bolu kering, bronia ubi ungu, sambal bawang, sambel ijo, sambel bajak teri, sambel banggremut dan beberapa lainya.

Lebih lanjut Kadibkop menjelaskan, bahwa perkembangan pelaku UKM sangat pesat. Dari data di tahun 2016, UKM masih berjumlah 77 ribu, namun kini sudah menjadi 118 ribu pelaku.

“Dari jumlah UKM yang ada, 70 persennya adalah usaha mikro. Karena itu, Dinas Koperasi terus melakukan pendampingan untuk pemberdayaan yang berkesinambungan, sehingga bisa mandiri,” lanjutnya.

Sementara itu, salah satu pembicara, Irfan Fatoni, dari Klinik Bisnis Dinas Koperasi dan UMKM, menjelaskan, bahwa salah satu untuk pelaku usaha, perlu juga memahami target pasarnya.

“Beberapa yang perlu diperhatikan dalam usaha, selain memahami target pasar, produk yang ditawarkan, harga produk, promosi, distribusi dan lain lain. Semua itu untuk memberikan kepuasan kepada konsumen,” tuturnya.

Disinggung bagaimana membuat percaya diri dalam berwira usaha, ia mengatakan bahwa bergabung dalam komunitas, terua belajar,  mengikuti seminar akan membuka wawasan untuk bisa menjadi pelaku usaha. (ide)