13 April 2024

`

Harga Telur Melambung, DPRD Anggap Ada “Patgulipat”

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Gejolak naiknya harga telur dalam beberapa pekan yang di sejumlah daerah hingga mencapai kisaran harga Rp 30 ribu, disoroti secara tajam oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Para anggota dewan secara terbuka menyatakan ada permainan dalam distribusi telur, hal ini diungkap oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang, Kusmantoro Widodo, Senin (16/7/2018).

 

Ketua Komisi II DPRD Kab Malang, Kusmantoro Widodo.

DITEMUI di areal Gedung DPRD Kabupaten Malang, secara tegas Kusmantoro menyebutkan, kenaikan harga telur dipasaran beberapa waktu ini karena ada praktek nakal patgulipat di kalangan pedagang. “Kami melihat, ada permainan-permainan dari kawan-kawan pedagang. Telur dari produsen atau peternak tidak langsung dijual kepasar, tapi melalui pihak ketiga, baru dijual dipasar,” tegas Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang.

Dengan adanya pihak ketiga inilah yang menyebabkan kenaikan harga telur dipasaran, karena jalur distribusi yang semestinya dari produsen ke pedagang besar baru dilepas ke pasar. Namun adanya pihak ketiga atau pengepul inilah yang disinyalir memainkan harga telur dipasaran.

Kusmantoro pun menambahkan, dengan daerah yang memiliki banyak peternak ayam petelur, imbas kenaikan harga telur seharusnya tidak terjadi di pasar. Nyatanya dalam sepekan terakhir harga telur per kilogram di Pasar Besar Kepanjen sudah mencapai Rp 26 ribu. Padahal dalam kondisi normal hanya dalam kisaran Rp 18 ribu sampai Rp 20 ribu.

“Kenaikan harga telur memang seharusnya tidak terjadi di Kabupaten Malang, selama ini jumlah peternak cukul banyak, produktivitas juga tetap,”beber politisi dari Fraksi Golkar.

Karena telur saat ini bisa dikatakan menjadi kebutuhan penting bagi warga karena merupakan sumber asupan protein dengan harga relatif terjangkau, dengan adanya kenaikan harga yang tinggi, politisi asal Singosari ini berharap, permainan harga telur bisa diungkap dan ditangani oleh Satgas Pangan.

“Memang Satgas Pangan kan fokusnya ke sembako, dan telur kan bukan termasuk sembako, namun kalau Satgas Pangan ditambah bebannya dengan mengawasi harga telur, saya rasa itu bagus,”pungkas Kusmantoro.(diy)