Brakseng, Pilihan Wisata Alam di Puncak Kota Batu

Indahnya pemandangan alam di Wisata Alam Brakseng di Desa Sumber Brantas, Kota Batu, Jawa Timur.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Wisata Alam Brakseng yang terletak di Desa Sumber Brantas, Kota Batu, Jawa Timur, yang dirilis pertengahan 2020, menjadi pilihan wisata baru. Wisata alam yang diinisiasi sekelompok mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan warga Desa Sumber Brantas ini sudah dikunjungi ratusan orang per hari.

 

 

BRAKSENG berada di dataran tinggi, 1.400 di atas permukaan air laut. Tempat ini menyuguhkan pemandangan hamparan lahan pertanian yang luas dan indah serta adanya deretan pegunungan. Berada di  puncak tertinggi Kota Batu, membuat Brakseng memiliki udara yang dingin dan sejuk.

Setiap hari ada ratusan wisata berkunjung ke Wisata Alam Brakseng di Desa Sumber Brantas, Kota Batu, Jawa Timur.

“Brakseng punya potensi, tetapi dalam pengelolaannya belum terkoordinir karena banyak pengunjung yang memasukinya dengan bebas tanpa ada aturan,  bahkan tidak dipungut biaya,” ungkap Dio Bayu Saputra, Ketua Kelompok Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), belum lama ini.

Di akhir tahun 2019, kelompok mahasiswa yang beranggotakan Dio Bayu, Luthfan Almas Silva, Megawati Putri, Fitrisia Hanisa, dan Indah Amelia ini mendapatkan tugas praktikum 2 dan 3 yang dibimbing dosen, Jamroji, S.Sos., M.Comms. Tugasnya,  mengembangkan potensi wisata yang ada di Desa Sumber Brantas. Brakseng menjadi fokus utama yang dipilih  dalam pengembangan potensi wisata.

Di masa pandemi COVID-19 yang mengharuskan menerapkan social distancing, kelompok praktikum ini  memunculkan program dan meyakinkan  warga  Sumber Brantas guna mengembangkan Brakseng.  Mereka berhasil menjadikan wisata alam yang terstruktur dan dapat dinikmati secara umum.

Mahasiswa UMM bersama masyarakat Desa Sumber Brantas, Kota Batu.

“Diharapkan, destinasi ini mampu meningkatkan perekonomian warga Sumber Brantas, karena Brakseng memiliki lahan yang sangat luas, sehingga meminimalisir kerumunan,” kata Dio.

Kelompok mahasiswa UMM ini membuat terobosan guna memecahkan semua permasalahan yang ada. Mulai  riset permasalahan hingga mendapat solusi yang tepat.  Akhirnya kelompok ini membuat terobosan dengan membuat stiker resmi wisata Brakseng sebagai media promosi.

Mereka juga membuat pamflet kampanye himbauan “Jangan Injak Tanaman” yang dibagikan kepada pengunjung secara gratis. Kampanye tersebut dilakukan karena pada awal dibuka banyak lahan pertanian yang rusak akibat diinjak pengunjung hanya untuk berfoto.

Wisata Alam Brakseng saat ini mampu menggaet ratusan pengunjung  setiap hari. Warga Desa Sumber Brantas juga sudah mulai sadar akan besarnya potensi wisata yang dikembangkan mahasiswa UMM ini. (div/mat)