Atasi Masalah Kota Malang Dengan Ngopi Bareng

Pelaksanaan Ngopi Bareng Sam Sutiaji di kediaman Inisiator Kampung 3G, Bambang Irianto.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM –Beragam permasalahan di Kota Malang, Jawa Timur, dibahas secara gayeng di rumah inisiator Glintung Go Green (3G), Ir. Bambang Irianto, di kawasan Jl. Karya Timur, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Minggu malam (16/05/2019).

 

BAMBANG Irianto menjelaskan, banyaknya problematika di Kota Malang memancing komentar masyarakat, khususnya di media sosial. Ironisnya, tidak sedikit komentar yang bernada miring, bahkan bernada cacian.

“Kami mengawali diskusi di acara ‘Ngopi Bareng Sam Sutiaji’. Pemantiknya adalah reaksi masyarakat terkait resposifnya komentar. Tidak sedikit komentarnya bernada cacian dan makian,” tuturnya.

Pelaksanaan Ngopi Bareng Sam Sutiaji di kediaman Inisiator Kampung 3G, Bambang Irianto.

Ia melanjutkan, beberapa yang menjadi obyek diskusi, mulai permasalahan jalan berlubang, sekolah zonasi, kemacetan, PDAM, sampai pelantikan istri wali kota dan berbagai permasalahan lainnya.

“Acara Ngopi Bareng Sam Sutiaji ini, saya harapkan berkelanjutan ke wilayah lain. Temanya bisa berubah-ubah. Untuk pertemuan pertama ini, memang banyak temanya. Nantinya, akan lebih fokus pada tema tertentu,” lanjut Bambang Irianto.

Sementara itu, terkait zonasi sekolah,  menurut Wali Kota Malang, hal itu tergolong hal baru. Sehingga sangat wajar bila mendapat respon yang beragam dari masyarakat. Namun, dia yakin hal itu bertujuan untuk kebaikan, untuk pemerataan pendidikan.

“Untuk zonasi, hal itu program pemerintah pusat. Tujuannya untuk pemerataan, harus dimulai. Karena, kalau tidak, kapan lagi dimulai. Terkait permasalahan yang muncul, tetap dicarikan solusinya, ” tutur Sutiaji.

Selain itu, permasalahan lain terkait jalan berlubang, awalnya terkendala pengeluaran anggaran. Mengingat, jika salah pengelolaan keuangan, malah bisa mengakibatkan permasalahan baru. Namun demikian, saat ini penanganan jalan berlubang sudah tertangani.

“Saya tidak masalah kritik, hal itu salah satu bukti sayang dan ikut memiliki. Untuk diketahui, saya sudah melakukan perombakan yang berbasis kompetensi. Bahkan, beberapa OPD akan dilebur, mengingat ada beberapa yang tumpang tindih,” lanjutnya.

Wali Kota berpesan, pada pertemuan pertama ini pihaknya memang banyak menyampaikan seputar permasalahanan Pemkot Malang. Namun pada kesempatan yang lain, dirinya akan lebih banyak mendengarkan usulan dan pendapat masyarakat. (ide)