TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Sebanyak 9 startup binaan Badan Inovasi dan Inkubator Wirausaha Universitas Brawijaya (BIIW-UB) mendapatkan dana hibah dari Program Startup Inovasi Indonesia 2021 yang diadakan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (RISTEK-BRIN). Total pendanaan Rp 2,5 miliar.

9 Startup/Pra Startup UB Dapat Dana Rp 2,5 Miliar

Sebanyak 9 startup binaan Badan Inovasi dan Inkubator Wirausaha Universitas Brawijaya (BIIW-UB) mendapatkan dana hibah dari Program Startup Inovasi Indonesia 2021 yang diadakan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (RISTEK-BRIN). Total pendanaan Rp 2,5 miliar.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sebanyak 9 startup binaan Badan Inovasi dan Inkubator Wirausaha Universitas Brawijaya (BIIW-UB)  mendapatkan dana hibah dari Program Startup Inovasi Indonesia 2021 yang diadakan  Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (RISTEK-BRIN). Total pendanaan Rp 2,5 miliar.

 

DIREKTUR BIIW-UB, Dr. Ir. Setyono Yudo Tyasmoro, MS, mengatakan, kesembilan penerima hibah tersebut terdiri atas empat kelompok startup dan lima kelompok pra-startup. “Pra-startup merupakan calon wirausaha dengan pendanaan maksimal Rp 270 juta. Sedangkan startup adalah mereka yang sudah memiliki produk, dengan pendanaan maksimal Rp 500 juta,” jelasnya, belum lama ini.

Setyono Yudo Tyasmoro menjelaskan, setelah melalui berbagai tahapan seleksi, mulai dari pengajuan proposal hingga seleksi substansi melalui pitching, sekarang dalam proses pembahasan rencana anggaran biaya oleh RISTEK-BRIN untuk 5 pra atartup.

“Pemberian dana disesuaikan dengan rencana anggaran yang mereka buat. Mereka akan diwawancarai. Untuk kategori startup,  rata-rata mendapat Rp 300 juta. Mereka sudah mengikuti wawancara oleh reviewer RistekBRIN dengan pendampingan oleh BIIW. Untuk pra-atartup  wawancara segra menyusul. Masing-masing pra-startup ditargetkan mendapat pendanaan minimal Rp 250 juta,” papar Yudo, sapaan akrab Direktur BIIW.

Yudo menuturkan, keberhasilan 9 startup binaan BIIW-UB mendapat pendanaan dari RISTEK-BRIN ini karena komitmen Rektor UB dalam pendampingan kewirausahaan mahasiswa. “BIIW mempunyai program Youth Entrepreneur Brawijaya (YEB), yaitu program pendanaan untuk wirausaha mahasiswa, yang sudah berjalan sejak tahun 2019, dengan jumlah pendanaan yang terus meningkat setiap tahunnya,” katanya.

Setiap tahun UB melakukan seleksi YEB untuk kategori pra-startup dan startup. Di tahun pertama, tersaring 30 kelompok yang masing-masing didanai Rp 3 juta untuk pra-startup dan Rp 10 juta untuk startup. Tahun kedua, terdapat 40 kelompok yang didanai. Nilainya  Rp 5 juta untuk pra-startup dan Rp 10 juta untuk startup. Tahun 2021 terdapat 37 kelompok yang didanai, masing-masing mendapat  Rp 8 juta untuk pra-startup dan Rp 15 juta untuk startup.

“Jumlah pendanaan yang kami tingkatkan dari tahun ke tahun itu untuk memudahkan para startup memiliki aspek legal untuk usaha, seperti mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), izin edar produk, mengurus pendirian CV atau PT. Dari peserta YEB ini kami pilih mereka yang bisnisnya berjalan dengan baik untuk kami ikutkan pendanaan tingkat nasional, yaitu Program Startup Inovasi Indonesia RISTEK-BRIN,” terang Dosen Fakultas Pertanian ini.

Melalui YEB, mereka dituntun oleh mentor, coach, dan pendamping dari BIIW-UB dalam menjalankan usaha. Pendamping merupakan staf BIIW-UB yang bertugas mendampingi startup mulai produksi, marketing, hingga pengurusan aspek legal usaha maupun produk. Sedangkan untuk mentor diambil dari pelaku bisnis atau dosen yang bertugas memberikan pengetahuan mengenai bisnis. Sementara itu coach disediakan dari pelaku bisnis atau dosen yang memiliki sertifikasi coach yang membantu mengarahkan bisnis dari startup.

“Jadi bukannya kita tiba-tiba mendapatkan dana hibah dari RISTEK-BRIN, tapi prosesnya panjang, persiapannya dimulai dari YEB. Program yang diinisiasi oleh Rektor UB ini untuk menyiapkan mahasiswa menjadi entrepreneur, dan syukur jika mendapatkan dana yang lebih besar lagi dari RISTEK-BRIN, sehingga lebih cepat menjadi perusahaan-perusahaan baru,” ungkap Yudo. (div/mat)