250 Polisi Amankan Gereja-gereja di Malang

MALANG, TABLOID JAWA TIMUR.COM – Pasca ledakan bom bunuh diri di beberapa gereja di Surabaya, Minggu (13/05/2018) pagi, Polres Malang Kota menerjunkan 250 personel,  memperketat pengamanan di sejumlah gereja di Kota Malang.

 

Pernyataan sikap yang disampaikan TNI, Polri, FKUB dan pihak gereja di kawasan Gereja Ijen, Kota Malang, Jawa Timur.

 

“BESERTA Polsek jajaran, Polres Malang Kota, mulai pagi hingga sore, bersiaga agar masyarakat yang melaksanakan ibadah bisa aman dan nyaman,” tutur Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, Minggu (12/05/2018) di Malang.

Dia menambahkan, mekanisme pengamanan dengan melaksanakan pemeriksaan terhadap masyarakat atau para jamaah yang melaksanakan ibadah. Bahkan, kendaraan yang dianggap mencurigakan juga tidak luput dari pemeriksaan.

“Kami periksa tas atau barang-barang bawaan jamaah. Kalau dari pengurus gereja sudah hafal para jamaahnya, sehingga  mungkin tidak perlu. Tapi kalau (jamaah) yang baru,  itu akan dilakukan pemeriksaan,” lanjutnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0833 Kota Malang, Letkol Inf Nurul Yakin, siap mengerahkan jajarannya membantu kepolisian dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat,  sesuai Undang Undang Nomor 34 Tahun 2004.

“Terkait adanya teror bom gereja di Surabaya, TNI bersama Polri melaksanakan langkah antisipatif dengan melakukan kegiatan patroli dan razia,” tuturnya.

Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto  siap menerjunkan Satpol PP untuk membantu TNI, Polri beserta ormas.  “Mari kita bergandengan, kompak mencegah yang namanya teror yang akan merugikan semua pihak. Jangan sampai di Malang terjadi yang demikian,” katanya.

Ia berharap, agar semua warga Kota Malang dapat meningkatkan kebersamaan untuk toleransi sesama umat beragama. Selama ini sudah kondusif, karena Forum Komunikasi Umat beragama (FKUB) Kota Malang, cukup aktif melakukan pendekatan dan komunikasi.  (ide)