Pom Mini Terbakar, Pemilik Terluka, Warga Undaan Turen Gempar
2 min readMALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Pom mini yang menjadi satu dengan rumah tempat tinggal milik Zaenuddin (33), warga Jl. Krajan, Desa Undaan RT 02/RW 01, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ludes terbakar, Sabtu (06/05/2023) pagi, sekitar pukul 06.45 WIB. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kejadian ini membuat warga sekitar gempar, pemilik mengalami luka-luka dan rugi sekitar Rp 70 juta.


KEPALA Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando H Matondang, menjelaskan, pada Sabtu pagi, sekitar pukul 07.19 WIB, petugas jaga pemadam kebakaran (damkar) Kabupaten Malang, menerima telepon dari petugas Polsek Turen. Kepada petugas jaga, dikabarkan ada kebakaran yang menimpa pom mini yang menjadi satu dengan rumah tinggal.
Setelah mendapat laporan, Tim PMK yang dipimpin Maskur sebagai Komandan Regu 3, sekitar pukul 07.05 WIB, langsung meluncur ke lokasi kebakaran dengan membawa 1 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Kabupaten Malang dan 1 ambulance.

Tim Damkar yang tiba di lokasi kebakaran sekitar pukul 06.50 WIB, langsung melakukan tindakan penanggulangan. Dengan peralatan yang sudah siap dan dibantu sejumlah warga sekitar, petugas gabungan dari Polsek Turen 5 orang, Koramil 4 orang, staff Kecamatan Turen 3 orang, Lintamal 2 orang, PMI 2 orang, dan Tagana 6 orang, langsung melakukan pemadaman.
Namun karena api cukup besar, dan banyak barang-barang yang mudah terbakar, membuat api cepat membesar dan merambat kemana-mana. Apalagi yang terbakar adalah pom mini. Hal ini membuat sejumlah petugas kepolisian pun ikut turun tangan, membantu mengatur lalulintas agar lokasi kejadian tak dilalui kendaraan.

Akibat besarnya api yang membakar pom mini yang menjadi satu dengan rumah sekitar 2 jam lebih, rumah dan tempat usaha milik Zaenuddin, berukuran 6 X 6 meter persegi ini pun rata dengan tanah, ludes dilalap si jago merah. “Butuh satu jam lebih untuk memadamkan api. Sekitar pukul 08.16 WIB api baru berhasil dijinakan,” terang Firmando, Sabtu (06/05/2023) siang.
Meski api dapat dipadamkan, tak urung bangunan rusak parah, hangus dilalap si jago merah. “Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Soal penyebab kebakaran, masih dalam penyelidikan petugas yang berwenang. Namun diduga karena konsleting listrik. Kerugian sekitar Rp 30 juta. Taka da korban jiwa dalam kejadian ini. Namun pemilik mengalami luka-luka. Kami himbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan hati-hati dengan bahaya kebakaran,” pesan Firmando. (iko/mat)
