20 Mei 2024

`

PG Kebon Agung Diminta Bantu MBR Dapatkan Listrik

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Bupati Malang, HM Sanusi berharap kepada PG Kebon Agung yang berlokasi di Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dapat memberikan pendampingan terhadap masyarakat yang masih memiliki kendala mendapatkan akses listrik dari PLN, utamanya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

 

Bupati Malang, HM Sanusi saat menghadiri peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pabrik Gula (PG) Kebon Agung, Selasa (20/09/2022) pagi.

 

HARAPAN ini ia sampaikan saat  menghadiri peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pabrik Gula (PG) Kebon Agung, Selasa (20/09/2022) pagi. Turut hadir, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Basilio Dias Araujo, Kasdim 0818 Malang-Batu, para Kepala OPD Kabupaten Malang, Komisaris Utama PT Kebon Agung, Direktur Utama PT Kebon Agung, dan sebagainya.

Bupati Malang, HM Sanusi bersama pejabat Pabrik Gula (PG) Kebon Agung, Pakisaji, Kabupaten Malang.

“Sebagai bentuk tanggung jawab sosial atau Coorporate Social Responsibility (CSR), saya berharap agar ke depan PG Kebon Agung  dapat memberikan pendampingan terhadap masyarakat di Kabupaten Malang yang masih memiliki kendala dalam mendapatkan akses listrik dari PLN, utamanya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Berkaca dari penelitian yang ada, penggunaan energi surya dapat menghemat konsumsi listrik hingga empat kali lipat jika dibandingkan dengan listrik konvensional. Dengan demikian, secara tidak langsung PG Kebon Agung juga akan turut berperan untuk mendukung Pemerintah Kabupaten Malang dalam rangka pemerataan kesejahteraan terhadap masyarakat,” katanya.

Bupati menambahkan, belakangan ini terdapat berbagai alternatif energi terbarukan yang terus dikembangkan,  baik di tingkat mancanegara maupun domestik. Di antaranya, penyimpanan energi baterai, pemanfaatan hydrogen, pemanfaatan energi angin, serta waste to energi atau mengubah sampah serta barang bernilai ekonomis rendah menjadi energi. “Selain itu juga pemanfaatan konsetrator tenaga surya atau yang juga kita kenal dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), seperti yang akan diresmikan di Pabrik Gula Kebon Agung ini,” katanya.

Menurut bupati asal Gondanglegi ini, keberadaan PLTS dan panel surya bukan lagi menjadi teknologi yang asingi. Terlebih sudah banyak instansi, lembaga maupun perseorangan yang mulai memanfaat teknologi panel surya guna memenuhi dan mencukupi kebutuhan energi listrik. “Maka dari itu, saya mendukung upaya pembaharuan energi seperti yang dilakukan  PG Kebon Agung  ini. Terlebih teknologi ini juga dapat menjadi sebuah terobosan di tengah semakin berkurangnya cadangan energi fosil di dunia,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Direktur Utama PT. Kebon Agung,  Didid Taurisianto, mengatakan, pihaknya  berusaha memberikan kontribusinya kepada program pemenuhan gula maksimal. Sampai saat ini PG Kebon Agung masih terus produksi nasional dengan jumlah produksi 2,3 juta hingga 2,5 juta ton.

“Mudah- mudahan PG Kebon Agung akan terus tumbuh dan berkembang. Semoga peresmian ini dapat menginspirasi,  berperan serta untuk mengurangi penggunaan energi fosil dan mulai mengganti dengan energi baru terbarukan,  seperti listrik tenaga surya dengan skala sesuai  kebutuhan masing- masing,” katanya. (bri/mat)