20 Juli 2024

`

Pemkot Malang Waspadai Kenaikan Harga dan Stok Sembako

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur —melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah— mengantisipasi beragam kemungkinan kenaikan harga dan ketersediaan stok sembilan kebutuhan pokok (sembako) jelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

 

Wali Kota Malang, Drs H. Sutiaji, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Malang, di Hotel Grand Mercure, Malang, Jawa Timur, Senin (13/03/2023) pagi.

 

SALAH SATUNYA dengan melakukan monitoring ke pusat- pusat perbelanjaan hingga ke sejumlah pasar tradisional. Selain itu juga melakukan  operasi  pasar sebagai  salah satu upaya pengendalian harga.

Wali Kota Malang, Drs H. Sutiaji, memberikan sambutan pada High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Malang di Hotel Grand Mercure, Malang, Jawa Timur, Senin (13/03/2023) pagi.

“Inikan high level meeting. Yang hadir pun  para  penentu kebijakan,” terang Wali Kota Malang, Drs H. Sutiaji saat memberikan sambutan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Malang di Hotel Grand Mercure,  Malang, Senin (13/03/2023) pagi.

Menurut wali kota, jika terjadi fluktuasi harga, kemungkinan karena peningkatan kebutuhan orang yang meningkat. Meskipun bulan puasa, namun permintaan masyarakat juga meningkat. “Paling harus diantisipasi adalah kelangkaan bahan kebutuhan masyarakat. Kalau karena kebutuhan orang, ya bisa saja. Jangan sampai terjadi kelangkaan,” lanjutnya.

Dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, dikuti sekitar 50 orang. Mereka dari sejunlah unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan seluruh anggota TPID.

“Isu strategis setelah pandemi dan menjelang puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri adalah terkait inflasi daerah. Semua bahan pokok harus terkendali dan daya beli terjangkau,” terang Ketua Pelaksanan Harian TPID Kota Malang, Eri Setyo Santoso yang juga Sekretaris Daerah Kota Malang. (aji/mat)