TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Kuasa Hukum pelawan, Dr. Yayan Riyanto, SH, MH berserta rekan di Pengadilan dan obyek perkara.

Pemenang Lelang Diganggu Pemilik

MALANG,TABLOIDJAWATIMUR.COM – Pengadilan Negeri (PN) Malang melakukan sidang yang bisa dibilang unik, Kamis (15/04/2021). Pasalnya, antara pelawan eksekusi, Eko Budi Siswanto, warga Indragiri, Surabaya dengan terlawan eksekusi, Meriati dan Rudi, warga Jl. KH Hasyim Ashari, Kota Malang, sudah sering berperkara.

 

Kuasa Hukum pelawan, Dr. Yayan Riyanto, SH, MH berserta rekan di Pengadilan dan obyek perkara.

 

KUASA Hukum pelawan eksekusi, Dr. Yayan Riyanto, SH, MH, menjelaskan, sidang kali ini adalah perlawanan terhadap permohonan eksekusi. “Klien kami, Pak Eko Siswanto,  adalah pembeli lelang dari Pengadilan Negeri Malang tahun 2013. Ini kita buktikan, bahwa selembaran pengumuman lelang no 137 pdtg tahun 2003 PN Malang, adalah dasar pengumuman klien kami membeli lelang. Dari obyek perkara no 137 ini,” terangnya usai sidang.

Kuasa Hukum pelawan, Dr. Yayan Riyanto, SH, MH berserta rekan di Pengadilan dan obyek perkara.

Namun, lanjut Yayan Riyanto, kliennya merasa selama ini diganggu terus oleh pemilik asal, Meriati dan Rudi. Mereka saat ini mengajukan eksekusi, padahal obyeknya sudah dieksekusi tahun 2014.

“Selain itu, obyek sudah balik nama atas nama klien kami, Eko Budi Siswanto. Tetapi sama pemohon  diajukan perlawanan. Padahal sudah mengajukan gugatan dan berkali-kali kalah, bahkan sampai PK tahun 2016. Ya kami minta pertanggungjawaban pengadilan. Klien kami membeli dari lelang pengadilan,” lanjutnya.

Dalam sidang  yang dipimpin hakim ketua, Djuanto dan anggota, Isrin Surya K dan Intan Tri K, sidang akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda surat pembuktian pihak pelawan dan terlawan.

Sebelumnya, pemenang lelang meminta pengadilan untuk stop pemohon eksekusi. Mengingat, obyek lahan seluas 5.035 m2 telah dibeli pemenang lelang bulan Agustus 2013. Prosesnya, dari lelang eksekusi pengadilan di KPKNL Malang. Perkara No137/Pdt.G/2003/PN.Mlg itu, masuk dalam lelang eksekusi pengadilan, telah mempunyai kekuatan hukum tetap. (aji/mat)