Mahasiswa UB Latih Santri Olah Limbah Jadi Hand Soap
2 min readMALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, memberikan pelatihan pengolahan susu pecah dan limbah kulit kakao sebagai hand soap di Pondok Pesantren Anwarul Huda (PPAH) Malang.

MEREKA adalah Eko Prihatmaji (FAPET), Firmansyah Budi Pratama (FAPET), Muhammad Izzul Atfhal (FAPET), Chosiatun Nafingah (FK), dan Silvia Maulita (FK).
Ketua Tim Eko Prihatmaji mengatakan, program ini merupakan program peningkatan produktivitas santri dengan memperhatikan masalah di sekitar lingkungannya.

“Program pelatihan pengolahan susu pecah dan limbah kulit kakao sebagai hand soap ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas santri dan memberikan edukasi pentingnya kebersihan lingkungan di pondok pesantren,” katanya, belum lama ini.
Rangkaian kegiatan yang dilakukan antara lain terkait pemberian materi kebersihan dan kesehatan lingkungan, pelatihan ekstraksi kulit kakao dan pembuatan hand soap, serta pelatihan desain kemasan dan pelatihan kewirausahaan.
Menurut Eko, penggunaan susu pecah dan kulit kakao sebagai bahan tambahan pada hand soap karena keduanya merupakan limbah yang sudah tidak terpakai. Selain itu kedua bahan ini juga mengandung senyawa anti bakteri yang berguna dalam menangkal bakteri yang masuk dalam kulit dan senyawa yang mampu melembutkan dan menenangkan kulit.
Sementara itu, salah satu santri PPAH, Wari, menuturkan, program ini sangat menarik karena memberikan pengalaman serta ilmu baru dalam membuat hand soap. Selain itu bahan tambahan yang digunakan sangat bagus karena memanfaatkan limbah yang ada.
Eko menjelaskan, langkah selanjutnya dari program ini adalah pendampingan untuk menjadikan menjadikan santri PPAH mempuyai produk sabun sendiri yang nantinya dapat dijadikan peluang usaha.
“Keberlanjutan program kami pada tahun pertama adalah terlaksananya program dengan lancar. Tahun kedua, meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan dan produktivitas santri melalui produk hand soap ini. Tahun ketiga, menjadikan PPAH sebagai pesantren percontohan santri mandiri dan sadar kebersihan lingkungan,” pungkas Eko. (div/mat)
