25 Februari 2024

`

Dahsyatnya Kata-kata

4 min read

Percaya ngga’ kalau kata-kata punya daya? Buktikan saja! Sebuah kata bisa mengubah diri, teman dekat, lingkungan sekitar, bahkan dunia. Bagaimana bisa? Kata-kata yang menjadi mindset dan tertanam di alam bawah sadar akan bersinergi dengan otak dan raga manusia untuk bisa menggerakkan manusia itu sendiri. Dengan begitu, juga dengan dukungan semesta, antara kata-kata dan takdir-Nya kadangkala bisa berjalan selaras membentuk sebuah kenyataan.

 

Diah Budiarti, S.Pd., M.Pd.

CONTOH, bila kita mendengar lagu galau, auto diri kita tertanam segala lirik yang penuh dengan racikan kata-kata pesimis di alam bawah sadar. Tak heran jika kadang realita yang terjadi juga tak jauh dari apa yang kita tanam dalam pikiran dan benak dari lagu-lagu galau tersebut. Bayangkan saja bila sampai mengakar kuat? Ga’ bahaya ta? Maka dari itu, pandai-pandailah memilih dan memilah kata-kata yang akan kita tanamkan pada diri.

Zaman now, literasi menjadi sangat penting agar kita tidak mudah tertipu muslihatnya kata-kata. Agar kita mampu membuka mata, mana fakta, mana yang argumen semata, mana hoax, dan mana realita. Terkait kepentingan itu, Kemdikbud benar-benar menggalakkan gerakan literasi juga numerasi dalam Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran di sekolah. Basis soal-soal yang diujikan pada para siswa hampir seluruhnya berbasis bacaan menyeluruh yang memaksa mereka agar terbiasa membaca. Ketika mereka sudah memiliki budaya baca yang baik, mereka tentunya juga akan belajar memahami apa yang telah dibaca dan mengaplikasikan pemahaman itu dalam kehidupannya. Hingga pada akhirnya membuat hidup lebih berkualitas.

Mengulik hasil literasi dari skor PISA Indonesia di tahun 2022, negara kita telah berhasil naik 5 posisi dari tahun sebelumnya. Hal tersebut cukup menggembirakan. Namun, kita tidak boleh merasa puas dengan hasil tersebut. Bila dibandingkan dengan negara-negara maju lain, literasi negara kita berada di posisi yang begitu jauh. Dengan memiliki kemampuan literasi yang kuat, pemahaman kita akan jadi lebih hebat. Tentunya dalam memaknai segala sesuatu dengan tepat dan dapat menyerap secara matang serta mumpuni. Hal itu dapat diperoleh ketika kita membiasakan dalam diri kita untuk terbiasa membaca serta menulis.

Ngomong-ngomong menulis, siapa sih yang tidak pernah membaca dan menulis? Saya tidak yakin kalau Anda tidak pernah baca dan belum pernah menulis. Minimal membaca dan menulis chat di WA atau status di IG. Membaca dan menulis di manapun dan kapanpun punya esensi yang tidak bisa terpisahkan dari adanya daya kata-kata yang bisa menghasilkan sesuatu yang dahsyat. Baca dan tulislah yang baik-baik! Kita sering dengar: “Iqra’(bacalah)” dan “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.” sebab tulisan ibarat binatang buruan yang perlu kita tali agar tak lepas lagi. Di samping itu, dengan menulis, kita berarti tengah memahat keabadian sebagai warisan peradaban untuk para cucu beberapa puluh bahkan ratusan tahun mendatang. Meskipun mungkin saja nantinya raga kita telah tiada.

Dalam rangka memahat warisan peradaban itu, kita bisa tuangkan pengalaman dalam bentuk tulisan. Tulisan paling sederhana dan kontekstual adalah yang tidak jauh dari kehidupan sehari-hari. Salah satunya pengalaman leadership. Pengalaman menulis buku telah dilakukan oleh 15 siswa yang pernah menjabat sebagai leader berbagai organisasi di SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School Sistem Pesantren kelas XII.

Organisasi-organisasi tersebut meliputi OSIS, Paskibra, Dewan Ambalan, Komunitas Gubuk Literasi, English Club, Jepang Club, Mandarin Club, Jerman Club, dan IT Club. Mereka berpandangan bahwa setiap orang bisa jadi pemimpin. Dimulai dari memimpin dirinya sendiri, mempimpin orang terdekat, dan memimpin suatu organisasi. Namun, tidak semua pemimpin bisa memimpin dengan penuh cinta. Mereka adalah para pemimpin penuh cinta itu sebab terlahir dari sekolah pemimpin peradaban dunia berbekal 8 cinta. Delapan Cinta yang diajarkan di Sekolah Sabilillah antara lain Cinta Allah dan Rasul, cinta orang tua dan guru, cinta diri sendiri, cinta sesama, cinta alam sekitar, cinta ilmu pengetahuan dan teknologi, cinta keunggulan, cinta bangsa dan negara.

Organisasi adalah pelajaran yang tidak pernah mereka peroleh di dalam kelas. Untuk mendapatkannya, raga, pikiran, juga hati harus bersinergi untuk siap berkontribusi di luar jam akademik. Di sanalah, mereka banyak belajar mengenai arti pemimpin sejati. Pemimpin yang layak dianut, pemimpin yang patriotik, pemimpin yang beradab, dan pemimpin yang siap menjawab tantangan di masa mendatang di tengah masifnya laju arus globalisasi. Mereka tuangkan pengalaman terbaik saat memimpin organisasi, baik internal maupun eksternal, agar abadi dan menjadi tunas inspirasi pembaca dalam hal kepemimpinan. Dahsyatnya kata-kata benar-benar mereka ramu dalam sebuah Kumpulan Kisah Inspiratif: Leader Super Bikin Baper.

Diberikan judul Leader Super Bikin Baper agar memiliki harapan bahwa apa yang telah mereka lakukan bisa membawa perubahan bagi sekitar. Buku yang dikemas dengan nuansa kekinian dan colourfull tersebut memiliki keragaman ilustrasi agar pembaca tak mudah jenuh. Buku tersebut dapat dinikmati secara cuma-cuma pada link https://bit.ly/LEADERSUPERBIKINBAPER. Salam literasi! Semoga menginspirasi.

(Diah Budiarti, S.Pd., M.Pd. Guru Bahasa Indonesia/SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School Sistem Pesantren)