22 April 2024

`

Anton – Sutiaji Hadiri Kirab Panji NU

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Kirab Panji NU dalam rangka 1 Abad Nahdlatul Ulama di depan Masjid Agung Jami’, Jl. Merdeka, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, berlangsung semarak, Minggu (15/01/2023). Sejumlah rokoh hadir, termasuk Wali Kota Malang, H. Sutiaji dan mantan Wali Kota Malang Abah Anton.

 

Wali Kota Malang, H. Sutiaji, melepas Kirab Panji NU dalam rangka 1 Abad Nahdlatul Ulama di depan Masjid Agung Jami’, Jl. Merdeka, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (15/01/2023).

 

KETUA PCNU Kota Malang, Dr. KH. Isryoqunnajah, menerangkan, rangkaian satu abad NU cukup banyak. “Kami tentu bangga, karena bisa  sampai di satu abad NU. Kirab Panji ini salah satu rangkaian acara. Mohon maaf kepada para pengguna jalan. Masih ada kegiatan lagi, nanti di tanggal 29 Januari dan tanggal 7 Februari di Stadion Gelora Delta Sidoarjo,” katanya.

Sejumlah rokoh hadir saat Kirab Panji NU dalam rangka 1 Abad Nahdlatul Ulama di depan Masjid Agung Jami’, Jl. Merdeka, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (15/01/2023), termasuk Wali Kota Malang, H. Sutiaji dan mantan Wali Kota Malang, H. Abah Anton.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji, menyebut peran dan kontribusi Nahdlatul Ulama sudah tak terhitung lagi dalam banyak hal. Termasuk dalam pembangunan fisik dan non fisik masyarakat. “Warga Kota Malang ini mayoritas muslim. Bicara kontribusi NU, saya kira sudah tak terhitung. Strukturnya lengkap di Badan Otonom (Banom). Ada Fatayat, Muslimat, Ansor, IPNU, IPPNU, Lembaga Lajnah,  dan lainnya,” katanya.

Wali Kota Malang, H. Sutiaji dan mantan Wali Kota Malang, H. Abah Anton, hadiri Kirab Panji NU dalam rangka 1 Abad Nahdlatul Ulama di depan Masjid Agung Jami’, Jl. Merdeka, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (15/01/2023).

Ia beruntung bisa sampai di 100 tahun usia Nahdlatul Ulama. Mengingat, tidak semua orang menjumpai satu abad. Bahkan mungkin para pendiri dan pejuangnya sekalipun. “Berbicara NU, jangan hanya pada bagian baju dan simbol-simbol kebesarannya. Namun NU adalah pada pergerakan ruhnya. Tetap berkhidmat kepada nusa, bangsa, para pendiri, para guru yang telah menginisiasi berdirinya NU,” pesannya.

Lebih lanjut wali kota  menjelaskan, ke depan tantangan semakin berat. Kalau di saat pendirian dulu, musuhnya mungkin hanya imperialisme Belanda dan bisa terlihat. Namun saat ini musuhnya nyaris tidak terlihat.  (aji/mat)