Waqafkan Desain Masjid, YMI ITS Gandeng Lulusan Arsitek

SURABAYA, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Gandeng sejumlah arsitek lulusan Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya, Yayasan Manarul Ilmi ITS (YMI ITS) meluncurkan program wakaf desain masjid bertajuk Dari ITS untuk Indonesia.

 

Penyerahan nota kesepahaman waqaf desain masjid.

 

PELUNCURAN program YMI yang didirikan para mantan Rektor ITS ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang disiarkan secara daring melalui aplikasi Zoom di kantor YMI ITS, di Surabaya, Sabtu (13/06/2020).

Dosen arsitek ITS, Andi Mapajaya mengatakan, setidaknya ada tujuh arsitek alumnus ITS yang bergabung dalam program waqaf desain ini. Mereka memiliki satu visi untuk ikut menyumbang keahlian mereka bagi kepentingan bersama.

“Mulai angkatan 19 sampai 34,  bahkan setelah MoU ini, beberapa senior kami juga mau ikut bergabung. Sementara ini mereka sudah berbuat secara parsial, dan skalanya lebih besar lagi,” ungkap Andi, Sabtu (13/06/2020).

Andi mengatakan, akan mendesain masjid sesuai permintaan pengurus masjid yang telah bekerja sama dengan YMI ITS. “Beberapa arsitek ini juga pernah terjun langsung, jadi bisa membantu juga nanti sampai proses pembangunan masjid,” tambah Andi.

Tidak hanya mendesain masjid di luar ITS, para arsitek ini juga mendesain selasar masjid ITS agar bisa lebih maksimal dipergunakan.

Sekretaris YMI ITS, Arif Wisnu menjelaskan, program ini diharapkan dapat menyumbangkan hasil karya arsitek yang juga alumnus untuk dipakai masjid lama maupun baru. Desain ini diupayakan YMI ITS agar bisa dipakai masjid-masjid yang menginginkan desain lebih indah.

“Nantinya para arsitek ini akan mendesain masjid sesuai dengan permintaan yang masuk. Tentunya ada kriteria dari panitia pembangunan yang akan menyeleksi masjid yang mendapat waqaf desain, bisa terkait legalitas atau status tanah,” terangnya.

Tidak hanya mengusung program waqaf desain masjid, dalan memperingati setahun YMI ini juga dilakukn pemberian beasiswa kepada mahasiswa ITS sebesar Rp 650.000 per bulan. “Beasiswa ini hasil dari kerja sama dengan perbankan. Kedepan program ini diharapkan terus berkembang, tidak hanya didepositokan pada bank, tapi juga untuk usaha produktif sehingga lebih banyak mahasiswa yang kami bantu,” pungkas mantan Ketua IKA ITS wilayah Jawa Timur periode 2012-2016 ini. (ang/mat)