TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Wakapolresta Makota AKBP Deny Heryanto bersama sejumlah PJU polresta berdialog dengan pengasuh PP Sabilulrosyad, KH Marzuki Mustakmar.

Temui Pengasuh PP Sabilulrosyad, Polresta Vaksin 300 Santri

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Wakapolresta Malang Kota, AKBP Deny Heryanto bersama Pejabat Utama (PJU) Polresta Makota, melakukan koordinasi terkait vaksin massal bagi para santri di Pondok Pesantren Sabilulrosyad, Jl. Candi, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (06/08/2021).

 

Wakapolresta Makota AKBP Deny Heryanto bersama sejumlah PJU polresta berdialog dengan pengasuh PP Sabilulrosyad, KH Marzuki Mustakmar.

 

DALAM kesempatan itu, rombongan wakapolresta disambut hangat pengasuh PP Sabilulrosyad, KH Marzuki Mustakmar yang juga Ketua PWNU Jawa Timur. Dengan santai, PJU Polresta dan pengasuh pondok membahas pelaksanaan vaksin yang rencananya untuk 300 santri.

Menurut Kasubbag Humas Polresta Malang Kota, Ipda Eko Novianto, rencananya, vaksinasi dilaksanakan Sabtu (07/08/2021) pagi hingga selesai untuk 300 santri. “Agenda Pak Wakapolresta hari ini melakukan koordinasi kegiatan vaksinasinas dengan pengurus Ponpes Sabilulrosyad. Alhamdulillah, ada tanggapan baik, dan persiapan sudah matang,” katanya.

Ia menambahkan, koordinasi tersebut untuk  mematangkan rencana dan teknis pelaksanaan bersama pihak pondok pesantren. “Selain koordinasi vaksin, kunjungan Pejabat Utama (PJU) Polresta Malang Kota ini juga  untuk menjalin silaturahim, memperkenalkan diri  Wakapolresta Malang Kota dengan  ulama,” ujar Eko.

Pada kesempatan itu, Wakapolresta menyampaikan terima kasih. Karena dengan sinergi antara tokoh ulama dan penegak hukum, menjadikan Kota Malang semakin baik. “Terima kasih banyak, apalagi sudah menerima niat dari Polresta Malang Kota dan upaya pemerintah untuk melaksanakan vaksinasi,” katanya.

Wakapolresta berharap sinergitas ini dapat terus berjalan dan memberikan dampak positif. Dengan vaksinasi terhadap santri, akan membantu membentengi apabila ada serangan COVID.  “Ini untuk kebaikan bersama agar para santri juga terjaga. Mengingat para santri harus tetap melaksanakan pendidikan dan aktivitas di pondok. Sementara pandemi COVI -19 belum pergi,” pungkasnya.  (aji/mat)