Sesuaikan Tuntutan Jaman, Pegadaian Lakukan Inovasi Pelayanan

Pinca Pegadaian Kepanjen, Haruko Fuji Nur Ismaira, S.E,M.M.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Sebagai salah satunya lembaga fidusia milik negara, PT. Pegadaian (Persero) dulu kerap menjadi pilihan terakhir masyarakat yang membutuhkan uang dengan cara menggadaikan barangnya. Namun kini ada pergeseran paradigma, masyarakat justru banyak yang melakukan investasi lewat Pegadaian.

 

 

HAL INI diungkapkan Pimpinan Cabang Pegadaian Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Haruko Fuji Nur Ismaira, S.E,M.M, Jumat (17/05/2019). Menurut Haruko, dulu, orang datang ke Pegadaian karena membutuhkan uang dalam tempo cepat dengan cara menggadaikan barangnya. Kini, banyak masyarakat yang melakukan investasi melalui Pegadaian.

Suasana Pegadaian Kepanjen.

“Jadi,  sekarang,  masyarakat yang memiliki uang juga datang ke Pegadaian untuk berinvestasi. Misalnya, membeli logam mulia (LM). Di Pegadaian, pembelian LM bisa dilakukan secara cash maupun kredit,” terang Pinca Pegadaian Kepanjen.

“Bahkan, tren gadai secara nasional memang mengalami penurunan. Sebenarnya, kalau dari masyarakat, untuk melakukan gadai masih tinggi. Namun saat ini banyak lembaga fidusia lainnya. Bank juga sudah mulai menerima gadai,” lanjutnya.

Sebagai badan usaha milik negara, PT. Pegadaian (Persero) pun dituntut agar bisa survive di tengah ketatnya kompetisi lembaga fidusia. “Mau tidak mau kita harus menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Karena itu, inovasi layanan harus ada,” beber Haruko.

Salah satu bentuk inovasi yang dilakukan Pegadaian adalah melakukan pembiayaan sesuai dengan kebutuhan. “Seperti yang  saya utarakan kemarin, ada program pembiayaan haji yaitu Arrum Haji. Kita juga punya program Amanah untuk pembiayaan pembelian kendaraan bermotor dengan bunga rendah,  hanya 1%,” katanya.

Selain program pembiayaan, jelas Haruko,  Pegadaian juga memberi fasilitas kredit kepada para pelaku usaha mikro, pegawai dengan agunan BPKB atau sertipikat tanah maupun rumah. “Untuk fasilitas kredit, kita ada yang namanya Kreasi. Ini untuk para pelaku usaha mikro yang memerlukan penambahan modal usaha atau karyawan maupun pegawai. Bunga kita masih di kisaran satu persen,”ungkapnya.

Satu lagi program yang saat ini sedang hits di Pegadaian adalah Tabungan Emas. Sistem menabung yang pada dasarnya sama dengan tabungan konvensional lainnya, namun yang membedakan adalah tidak adanya bunga dan nilai saldo tabungan dikurskan menjadi berat LM 24 karat.

“Kelebihanya Tabungan Emas, saldo tidak terpengaruh inflasi (laju kenaikan harga barang-red) maupun fluktuasi nilai rupiah. Dan syar,i karena tidak mengunakan sistem hitungan bunga,”jelas perempuan yang menjabat Pinca Pegadaian Kepanjen semenjak Januari 2019.

Keunikan lain dari Tabungan Emas Pegadaian, penabung bisa menabung berapa pun, bahkan menabung Rp 10 ribu pun akan dilayani. “Ini istimewanya. Per seratus gram LM tetap kita hargai. Nantinya,  jika nasabah ingin menarik tabungan, bisa dalam bentuk rupiah maupun LM. Peminat Tabungan Emas cukup tinggi. Bisa dikata ini adalah primadona Pegadaian,” pungkasnya. (diy)