Sebutkan Password, Saldo Istri Polisi Dikuras Ratusan Juta

Ayu Kartika Sari menunjukkan laporan Polisi dan buku rekening koran.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Jangan mudah percaya kepada siapa pun, apalagi sampai memberikan kode rahasia bank yang Anda miliki. Kalau tidak, uang ratusan jutaan melayang, seperti yang dialami Ayu Kartika Sari,  warga Jl. Kelor, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur.

 

SAAT MELAPOR ke Mapolresta Malang Kota, Senin (23/11/2020) pagi, dia bercerita, telah kehilangan uang tunai Rp 100 juta lebih yang tersimpan di rekeningnya. Uang itu hilang usai menerima telepon dari seseorang yang tidak ia kenal. Seseorang tersebut menelpon dengan nomor yang tidak dikenal hingga beberapa kali.

“Saat telepon saya angkat, pelaku langsung menyebut nama saya dan ngaku dari BRI. Saat itu, saya dibilang dapat hadiah pulsa Rp 100 ribu,” terang Ayu, Selasa (24/11/2020) pagi.

Pernyataan penelepon itu ternyata benar.  Ayu mendapati notifikasi pulsa masuk sebesar Rp 100 ribu ke nomor HP-nya. Setelah itu, penelepon kembali mengatakan bahwa Ayu akan mendapat pulsa dengan nominal sama, sebanyak lima kali.  “Lalu saya disuruh cek pulsa,  ternyata memang benar, pulsanya masuk. Terus saya diminta cek SMS lagi, disuruh menyebutkan kode One Time Password (OTP) dari BRIVA BRI,” terang korban..

Tanpa sadar, saat itu korban yang juga istri seorang Polisi ini menyebut semua nomor kode rahasia OTP kepada penelepon. Ketika kode rahasia OTP terakhir dibacakan, barulah Ayu sadar bahwa ia jadi korban penipuan. “Saya sadar, ini kan kode rahasia. Terus telepon dimatikan dan ada notifikasi dari BRIVA transfer ke rekening lain,” lanjutnya.

Notifikasi SMS yang diterima bertahap dalam waktu berdekatan. Pertama Rp 49 juta, kedua Rp 49 juta, ketiga Rp 1,9 juta, dan terakhir Rp1 juta.

Sadar menjadi korban penipuan, Ayu bergegas menunju Bank BRI Cabang Martadinata. Di sana ia meminta rekeningnya diblokir. Di dalam saldo,masih ada sisa Rp 6,5 juta.

Baru  Senin (23/11/2020), Ayu didampingi suaminya,  melapor ke Polresta Malang Kota. Ia berharap Polisi bisa segera menangkap pelaku agar tidak ada korban lain.

Menanggapi laporan itu, Kasat Reskrim Polresta Malang AKP Azi Pratas Guspitu, mengatakan, masih akan melakukan penyelidikan.  “Besok saya cek dulu,” katanya singkat. (aji/mat)