Polresta Serahkan Sapi Kurban ke Ponpes Sabillurosyad

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus  menyerahkan seekor sapi untuk Ponpes Sabillurosyad.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Peringatan Hari Raya Idul Adha 1442 H/2020 M, yang jatuh pada Jumat (31/07/2020), cukup istimewa bagi jajaran  Polresta Malang Kota, Jawa Timur. Sebab, panitia memotong 24 ekor hewan kurban, meliputi 18 ekor kambing dan  6 ekor sapi. Hewan kurban ini semuanya sumbangan jajaran Polresta Malang Kota.

 

DARI seluruh hewan kurban tersebut, tiga sapi dan enam kambing, dipotong di Polresta Malang Kota. Kemudian dagingnya dibagikan kepada warga sekitar Mapolresta Malang Kota. Sedangkan 15 hewan kurban lainya, disitrisbusikan kepada masyarakat, baik di pondok pesantren (ponpes), panti asuhan, maupun masyarakat lain.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus bersama KH. Marzuki Mustamar, M.Ag, pengasuh Ponpes Sabilurrosyad yang juga Ketua PWNU Jatim (pakai batik coklat) saat menyerahkan seekor sapi untuk Ponpes Sabillurosyad.

“Yang disembelih di sini (Polresta), didistribusikan hari ini kepada  warga di sekitar Polresta secara door to door,” terang Kasubag Humas Polresta Malang Kota, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni, di sela- sela acara penyembelihan hewan kurban di halaman belakang Mapolresta Malang Kota, Jumat (31/07/2020) siang.

Dalam penyembelihan itu, pihaknya bekerjasama dengan tim dokter dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (UB). Tujuannya, mengecek kondisi hewan dan kualitas daging kurban. “Dengan begitu, bisa diketahui hewan kurban dalam kondisi sehat atau tidak, sehingga benar-benar layak dibagikan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Menurut Bu Heni —-panggilan akrab Iptu Ni Made Seruni Marhaeni—- pengecekan kesehatan dilakukan dua tahap,  secara ante morthem atau sebelum disembelih dan  post morthem atau sesudah hewan disembelih. Setelah dicek tim kedokteran hewan, ternyata semua hewan kurban  dalam kondisi baik.

“Setelah dicek fisik, dicek organ hati, paru-paru maupun jantungnya, semua dalam kondisi baik. Tidak ada temuan penyakit atau cacing hati pada hewan kurban,” terang Dokter Hewan dari UB, Ahmad Fauzi.

Selain itu, ia menyarankan, ke depan,  dalam pemotongan daging kurban, diharapkan dilakukan di atas meja dengan plastik, bukan digelar di alas terpal. (aji/mat)