Pencari Sampah Temukan Jazad Santri di Bendungan Sengguruh

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Setelah jazad Abdul Rasyid (16) ketemu di Dam Blobo, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (04/03/2020) petang, sekitar pukul 17.45 WIB, kini giliran jazad Media Agus Riono (16), yang ditemukan. Jazad santri Ponpes An Nur Bululawang 2, warga Jalan Pendaweru, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang ini ditemukan pencari sampah di Bendungan Sengguruh, Kepanjen, Kamis (05/03/2020) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. 

 

Para penolong mengevakuasi jazad Agus, korban tenggelam yang ditemukan di Bendungan Sengguruh, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (05/03/2020) pagi. (ist)

 

KEPALA Sub Seksi (Kasubsi) Penanggulangan Bencana (PB) PMI Kabupaten Malang, Muji Utomo, menjelaskan, pada Kamis pagi,  sekitar jam 07.00 WIB,  pencari sampah plastik di Bendungan Sengguruh, Kamari,  berangkat melakukan aktifitas  mencari  sampah plastik menggunakan sampan.

Jazad Agus, korban tenggelam yang ditemukan di Bendungan Sengguruh, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (05/03/2020) pagi, dimasukkan ke dalam kantong jenazah. (ist)

Sesampainya di sekat bambu penahan sampah (enceng gondok) di tengah bendungan, Kamari melihat mayat terapung. Selanjutnya mayat tersebut   dibawa ke tepi dermaga Bendungan Sengguruh.

“Kebetulan teman-teman dari SAR  Mahameru stay di bendungan, selanjutnya melapor ke Pos Security yang juga anggota Tim SAR Awangga yang saat itu sedang berjaga, Hartono. Setelah itu temuan ini dilaporkan ke Posko Opsar di Ponpes An Nur 2 Bululawang,” terang Muji Utomo.

Dengan ditemukannya jazad Agus, berarti dua santri Ponpes An Nur Bululawang 2 yang hanyut  terseret arus Sungai Kalimanten, Bululawang, Selasa (03/03/2020) petang, ditemukan semua.  Sebelumnya, jazad Rasyid ditemukan di Dam Blobo, Kepanjen, Rabu (04/03/2020) petang, sekitar pukul 17/45 WIB.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua santri Pondok Pesantren Annur 2 Bululawang, Media Agus Riono (16), tinggal di Jalan Pendaweru, Kecamatan  Turen, Kabupaten Malang dan Abdul Rasyid (16), tinggal di  Lowokwaru, Kota Malang, terseret arus Sungai Kalimanten setelah sebelumnya mereka  menyeberangi sungai  dengan cara berenang.

 Waktu itu, Agus berhasil menyeberangi sungai dengan selamat. Kemudian Rasyid,  yang tidak bisa berenang, hanyut terbawa arus sungai. “Melihat kawannya hanyut, Agus berusaha menolong Rasyid dengan cara terjun ke sungai. Karena arus yang deras, Agus pun tidak kuat menahan beban Rasyid, hingga akhirnya keduanya hanyut,” terang Muji Utomo, Rabu (04/03/2020) siang. (bri/mat)