Pantai Ungapan Telan Korban, Wisatawan Tewas Tenggelam

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Keganasan laut selatan kembali menelan korban jiwa. Novan Pratama (20), pemuda asal Jalan Nusa Indah, Desa Malangsuko, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Ungapan, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kamis (12/07/2018).

 

Inilah pusaran air laut di sisi timur Pantai Ungapan, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang dikenal sangat rawan.

 

Korban laka laut di Pantai Ungapan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Nofan Pratama (20), asal Jalan Nusa Indah, Desa Malang Suko, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, saat di Puskesmas Sitiarjo.

KEPADA awak media, Kasatpolair Polres Malang, AKP Dwiko Gunawan membenarkan musibah yang menimpa Nofan. “Benar mas, ada kejadian laka laut di Pantai Ungapan, tepatnya di muara sungai di sebelah timur Pantai Ungapan. Korban bernama Nofan Pratama,  warga Desa  Malangsuko, Kecamatan Tumpang,”jelasnya.

Menurut Dwiko, korban bersama enam rekannya datang di Pantai Ungapan  Kamis (12/07/2018) pukul 07.15 WIB. Kemudian langsung mandi-mandi. “Pukul 07.30 WIB, korban yang sedang mandi sendirian, berteriak minta tolong. Sempat dihampiri teman korban, namun tidak keburu, dan korban akhirnya tenggelam,”jelasnya.

Banyak wisatawan bermain di Pantai Ungapan, di Desa Gajharejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bahkan ada perahu untuk menyisir sungai.

Mendengar teriakan minta tolong Novan, teman korban, Firman Dwi Cahyono, sempat berusaha memberi pertolongan dengan berenang menghampiri korban. Karena kuatnya arus di bawah permukaan, Novan akhirnya hilang tenggelam. “Selang beberapa saat kemudian, korban muncul ke permukaan dan langsung dibawa ke tepian pantai oleh Firman,”papar Dwiko.

Mengetahui korban masih hidup, pertolongan pertama pun diberikan sambil membawa Novan ke Puskesmas Sitiarjo. Sayang, nyawa remaja asal Malangsuko ini tidak tertolong. “Saat sampai di Puskesmas Sitiarjo, korban sudah dinyatakan meninggal dunia oleh dokter yang bertugas,”tegas Kasatpolair Polres Malang.

Jasad Novan pun langsung dibawa ke rumah duka menggunakan ambulance Desa Malangsuko. “Jasad korban langsung dibawa pulang, karena keluarga menganggap kejadian tersebut sebagai musibah belaka dan keberatan  dilakukan visum et repertum,”pungkas AKP Dwiko Gunawan. (diy)