TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Aparat TNI AD bersama petugas dan masyarakat, bergotong royong menyingkirkan material longsor yang menutup jalan yang menghubungkan Malang - Kediri.

Ngantang Longsor, Akses Malang – Kediri Tak Bisa Dilewati

Aparat TNI AD bersama petugas dan masyarakat, bergotong royong menyingkirkan material longsor yang menutup jalan yang menghubungkan Malang – Kediri.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Hujan deras yang mengguyur Malang barat, tepatnya di Dusun Jombok Krajan, RT 11, Desa Djombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (02/02/2021) siang sampai petang, menyebabkan tebing setinggi 25 meter, lebar 10 meter, longsor. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun jalur lalulintas Malang – Kediri tak bisa dilalui kendaraan.

 

Dandim 0818 Malang – Batu, Letkol Yusub Dody Sandra, S.I.P, MI.Pol, bersama Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan meninjau lokasi longsor yang menutup jalan yang menghubungkan Malang – Kediri.

 

SEKRETARIS Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bagyo Setiono, menjelaskan, sekitar pukul 14.00 hingga 17.00 WIB, kawasan Ngantang diguyur hujan lebat yang turun terus-menerus.  Sekitar pukul 17.50 WIB, tebing.

Bupati Malang, HM Sanusi meninjau lokasi longsor yang menutup jalan yang menghubungkan Malang – Kediri.

“Longsor terjadi di Dusun Jombok Krajan, RT 11, Desa Djombok, Kecamatan Ngantang. Setelah tebing setinggi 25 meter longsor,  terjadi longsor susulan setinggi 15 meter, lebar 7 meter. Sehingga volume material bertambah dan menutup jalan provinsi yang menghubungkan Malang – Kediri,” kata Bagyo, sesaat setelah kejadian.

Beberapa saat setelah kejadian, kurang lebih 30  personel  diterjunkan untuk menangani material longsoran tersebut. Di antaranya berasal dari PMI Kabupaten Malang, Poslap Ngantang, perangkat desa, termasuk warga setempat. “Penanganan longsor sempat dihentikan sementara karena khawatir risiko longsor susulan. Masyarakat yang akan melintas, diimbau untuk putar balik atau beristirahat di tempat yang aman,” jelas Bagyo. (div/mat)