Murid Kelas II SD Sumbangkan Tabungan Untuk Penanganan COVID-19

SURABAYA, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Pelajar kelas II Sekolah Dasar (SD), Naura Rahima Fatahillah, menyumbangkan uang tabungannya sebesar Rp 813.000 untuk membantu penanganan COVID-19. Uang tabungan tersebut diserahkan Naura didampingi ibundanya melalui Pusat Pengelolaan Dana dan Sosial (Puspas) Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, Minggu (31/05/2020).

 

 

Naura bersama orang tuanya di depan Gedung Puspas Unair, Surabaya setelah menyumbangkan uang tabungannya untuk membantu penanganan COVID 19.

“UANG yang hari ini diserahkan totalnya ada Rp 813.000. Tadi dibuka di Puspas UNAIR dan dihitung bersama-sama. Ini tabungan dari salah satu celengan dia di rumah dan digabung dengan uang lebaran,” kata Andri Suryandari, Ibunda Naura, Minggu (31/05/2020) pagi.

Menurut Andri Suryandari, putrinya yang masih berusia 8 tahun ini, memang sejak lama gemar menabung. Orang tua Naura juga telah lama mengajarkan kebiasaan infaq dan menyisihkan rezeki untuk ditabung. “Uangnya kadang dari saya atau ayahnya, saudara yang berkunjung, atau ketika main ke rumah eyang dikasih uang. Dikumpulkan di tiga celengan dia,” papar Andri.

Ditambahkan Andri, tabungan itu bebas digunakan Naura untuk apa pun. Awalnya, Naura menabung untuk membeli mainan hingga smartphone. Namun seiring berjalanannya waktu, keinginan Naura selalu berubah-ubah, hingga akhirnya Naura ingin menyumbangkan uang tabungannya untuk membantu penanganan COVID-19 di Surabaya.

“Dulu nabung kata dia ingin beli game, terus ganti ingin mainan. Ganti-ganti pokoknya, tapi tidak pernah terbeli karena belakangan dia berpikir kayaknya kok gak perlu-perlu banget, gitu,” ungkap Andri.

Pada saat lebaran, Naura bilang kepada ibunya, ‘Mama, uangku dikumpulin, tapi disumbangin aja buat COVID. Kasihan,  banyak orang yang membutuhkan.” Akhirnya kami menyerahkan uang tersebut ke UNAIR melalui Puspas,” tambah Andri.

Sebelumnya, Naura pernah melihat tayangan di televisi tentang banyak rumah sakit rujukan COVID-19 yang kewalahan dan kekurangan alat pelindung diri (APD). Naura merasa kasihan, karena lonjakan jumlah pasien, namun rumah sakit masih kekurangan APD.

Menurut Andri, waktu itu, anaknya bilang, “Kasihan, banyak yang kekurangan. Pasiennya juga tambah banyak. Tempat tidurnya nggak cukup,  dan bajunya juga nggak cukup. Nggak apa-apa, uangku disumbangkan kesitu aja.”

Naura mengaku senang dapat memberikan bantuan tersebut. Hal ini tentu memberikan semangat baru dan inspirasi bagi masyarakat untuk tidak menyerah pada keadaan. “Naura tadi bilang, semoga pasiennya lekas sembuh dan COVID cepat pulang,” pungkas Andri. (ang/mat)