TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Salah satu sudut dokumentasi beragam ulama.

Masjid Raden Patah, Ikonik Masjid Kampus

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Masjid Raden Patah (MRP) Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur,  menjadi ikonik masjid kampus. Hal itu ditandai dengan nilai- nilai kecendekiawanan. Untuk itu, dalam kegiatannya, tidak harus menimbulkan jumlah massa yang banyak, namun nuansa akademik lebih ditonjolkan.

 

Salah satu sudut dokumentasi beragam ulama.

 

“MASJID ikonik kampus, mengedepankan kecendikiawanan dan menghasilkan output dari pengembangan masjid. Masjid ini cukup besar, kapasitas bisa 5.000 jamaah, bahkan ada rencana pengembangan di halaman masjid dengan payung madinah,” terang Prof. Unti Ludidyo, Ketua Takmir Masjid Raden Patah, UB, Kamis (27/02/2020) siang.

Ketua Takmir Masjid Raden Patah, Prof Unti Ludigdyo dan beberapa pengurus masjid.

Ia menambahkan, beberapa kegiatan di MRP, salah satunya pembinaan keagamaan kepada masyarakat luar, termasuk juga pembangunan fisik keagamaan di daerah – daerah terpencil. Selain itu, sarana untuk TPQ maupun Tahfidz Qur’an cukup memadai, unit pelayanan konsultasi keagamaan, serta bisnis, mualaf center yang telah mensyahadatkan puluhan mualaf dan beberapa sarana lainnya.

“Kami mengelola Unit Mahasiswa Masjid Raden Fatah (Umar). Kegiatannya cukup banyak,  termasuk pembinaan keagamaan. Melakukan dakwah kampus, hal ini diawali dengan

meningkatnya tuntutan masyarakat, bahwa belajar di kampus, yang ada referensi keagamaan,” lanjut Unti yang juga Dekan FISIP UB ini.

Disinggung terakait radikalisme, Unti memastikan di MRP tidak ada radikalisme. Untuk itu, penguatan keislaman harus dilakukan. Iman yang kuat itu wajib. Namun, iman yang kuat, tidak boleh radikal dalam mengekspresikanya.

“Yang kita kembangkan adalah moderasi keislaman. Akidah harus kuat, sehingga memiliki kekuatan iman, tapi dalam syiarnya harus ramah,” pungkasnya.  (ide/mat).