TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Inilah lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur yang berhasil menciptakan robot rehabilitasi pasien pasca stroke.

Mahasiswa UB Ciptakan Robot Rehabilitasi Pasien Pasca Stroke

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, berhasil menciptakan robot rehabilitasi pasien pasca stroke. Inovasi ini untuk membantu terapi akibat melemahnya fungsi otot tungkai bawah.

 

Inilah lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur yang berhasil menciptakan robot rehabilitasi pasien pasca stroke.

 

Dean Passaddhi

LIMA mahasiswa  itu, Dean Passaddhi (FT’18), Irfan Nadhif Musthofa (FT’18), Anak Agung Sagung Gede Paramitha Wardhana (FT’19), Faisal Mohammad Rifqi Aqil (FK’18), dan Nina Latifatus Sya’adah (FK’20). Mereka dibimbing dosen Teknik Elektro,  Raden Arief Setyawan, ST, MT.

Salah satu mahasiswa yang terlibat dalam menciptakan robot rehabilitasi pasien pasca stroke ini, Dean Passaddhi, menjelaskan, inovasi yang mereka buat tersebut didasarkan pada permasalahan pasien pasca stroke yang mengalami kesulitan dalam menggerakkan anggota  tubuh, terutama bagian kaki.

“Alat terapi untuk menggerakkan kaki pasien pasca stroke sebenarnya sudah ada.  Tapi desain alatnya  sangat besar, memakan tempat, serta penggunaan yang kompleks,  sehingga hanya dapat dioperasikan di rumah sakit,” kata Dean Passaddhi, Senin (02/08/2021) bersama timnnya.

Inilah robot rehabilitasi pasien pasca stroke hasil ciptaan mahasiswa FT dan FK UB, Malang.

Mahasiswa Fakultas Teknik UB angkatan 2018 ini menambahkan, inovasi robot rehabilitasi yang merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa Fakultas Teknik dengan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya ini diciptakan sebagai upaya untuk menghasilkan produk yang dapat meningkatkan efisiensi dalam penggunaan dan bersifat portable.

“Robot rehabilitasi ini memiliki sistem kontrol melalui smartphone yang diintegrasikan menggunakan IoT. Alat ini dapat melakukan  dua  pergerakan terapi kaki, yaitu pengangkatan bagian paha dan penekukan bagian lutut. Pergerakan tersebut dikontrol melalui smartphone yang dilengkapi dengan parameter pergerakan alat tersebut, yaitu jumlah gerakan dalam satu kali terapi dan sudut gerakan yang akan digunakan dalam terapi,” jelasnya.

Dean menjelaskan, pergerakan alat tersebut dapat dimonitor langsung di smartphone pengguna. Alat ini juga dibuat dari bahan aluminium yang memiliki sifat ringan, sehingga mudah dibawa ke tempat lain, serta tidak memakan banyak tempat sehingga dapat dipakai di rumah sendiri.

“Kelebihan lain  robot rehabilitasi ini adalah penggunaan yang praktis, dapat dibawa kemana saja, dan pengontrolan yang dapat dilakukan dari smartphone. Diharapkan inovasi ini hadir sebagai solusi bagi pasien pasca stroke yang ingin mengembalikan fungsi gerak atas melemahnya otot-otot pada kaki. Dengan harapan, bagian kaki yang terdampak dapat digerakkan seperti semula dan pasien dapat melakukan aktivitas seperti biasanya,” harapnya.

Inovasi robot ini telah mendapatkan bantuan pendanaan dari Kemendikbud dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Karsa Cipta dan akan mengikuti seleksi PIMNAS XXXIV pada Agustus 2021. (nina latifatus sya’adah, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Jurusan S1 Kebidanan Angkatan 2020/mat)