IBU Malang, Didik Puluhan Mahasiswa Asing

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Sebanyak 16 mahasiwa asing dari 12 negara, segera mengikuti perkuliahan di IKIP Budi Utomo (IBU) Malang. Para mahasiswa tersebut tergabung dalam program Darmasiswa dan Bahasa Indonesia bagi penutur asing (Bipa).

 

 

Rektor IKIP Budi Utomo, Dr Nurcholis Sunuyeko dan para mahasiwa program Darmasiswa.

REKTOR IKIP Budi Utomo, Dr Nurcholis Sunuyeko menjelaskan, pihaknya menerima amanat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud).

“Program Darmasiswa di IBU ada 16 mahasiwa. Kami diberi kepercayaan untuk melakukan pendidikan kepada mereka dengan sebaik baiknya. Tahun lalu, hanya sejumlah 12 mahasiswa,” tuturnya, Jum’at (10/08/2018).

Ia menambahkan, ada 679 mahasiswa asing yang ikut program Darmasiswa dan BIPA. Mereka disebar di 55 perguruan tinggi di Indonesia, termasuk IKIP Budi Utomo Malang.

Sebelum didistribusikan di beberapa perguruan tinggi, mereka berkumpul di Hotel Sahid Jakarta selama dua hari. Di tahap awal, harus mengikuti masa orientasi yang dilakukan Kemendikbud RI.

“Untuk di Jawa Timur, mereka ditempatkan di 13 Perguruan Tinggi. Di Malang ada delapan kampus, mulai IKIP Budi Utomo (IBU), UMM, Polinema, UB, VEDC, UM, Unisma dan STIE Kucecwara,” lanjut Rektor didampingi Kepala Pusat Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, Dr. Rochsun, M.Kes.

Mereka, lanjut Rektor akan memulai belajar di IBU Malang, sejak 1 September 2018 mendatang. Berawal dari 12 negara, seperti Italia, Jerman, Thailand, Afganistan, Polandia, Sudan dan Ukraina, Amerika, Kroasia, Australia, Jepang serta Korea Selatan (Korsel),

Dari 16 mahasiswa itu, 7 diantaranya di program Darmasiswa, diantaranya Stanislav Sorokhmaniuk dari Ukraina, Ram Nandana Salafia (Italia), Muhtar Hassanpoor (Afganistan), Michal Herzyk (Polandia), Manuel Julian Giessel (Jerman) serta Ateekoh Khareng (Thailand) dan Aisha Abdalrasool Mohammed (Sudan).

Sementara 9 yan lain, untuk program BIPA, dua orang asal Jepang yakni Sae Yamaguchi dan Harue Yamaguchi. Lalu Cherin Kwak dan Sewon (Korsel). Brandon Rhys Maplesdari dari Australia, Wesley Rodriguez dan Timothy dari Amerika. Sementara dari Kroasia, Denis Traba dan dari Jerman ada dua mahasiswa.

“Akan kami lakukan penyambutan khusus, kalau sudah di kampus IBU, dengan welcome party bersama dengan mahasiswa baru lainnya,” imbuh Rektor.

Rektor mengaku, pihaknya sudah mencarikan lokasi tempat tinggal untuk orang tua asuh selama satu tahun. Penempatanya, ada rumah Hartati Jl. Ijen Atas, di pemukiman sekitaran Jl. Widodaren, kecamatan Klojen, Kota Malang.

Mahasiswa adalah program dari Kementrian Luar negeri (Kemenlu) dan Kemendikbud, untuk ditempatkan di masing-masing perguruan tinggi (Perti) yang ditunjuk. (ide)