Hari Pertama Pemutihan PKB, Samsat Talangagung Masih Sepi

“Animo Masyarakat Untuk Pemutihan PKB Masih Rendah”

 

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Niat Provinsi Jawa Timur untuk menaikan pendapatan asli daerah (PAD) dari pemasukan pajak kendaraan bermotor, dengan melakukan pemutihan pajak, ternyata masih disambut dingin oleh masyarakat, hal ini terlihat di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Talangagung, Kepanjen, Senin (24/9/2018).

 

Suasana pelayanan publik di Kantor Samsat Talangagung Kepanjen.

DARI PANTAUAN awak media, pelayanan di Kantor Samsat Talangagung masih terlihat normal bahkan cenderung sepi. Padahal dengan adanya Pergub No.88 Tahun 2018, Pemprov Jatim telah memberi kemudahan kepada masyarakat Jatim agar segera membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) miliknya.

Administrasi Pelaksana (Adpel) Kantor Samsat, Talangagung, Sugito mengakui, di hari pertama pembebasan denda atau pemutihan PKB, animo masyarakat memang masih kurang. “Biasanya nanti memasuki minggu ke dua baru ada peningkatan, kalau minggu pertama seperti tahun kemarin juga sepi, makanya untuk minggu pertama ini kami gunakan untuk sosialisasi,” terang Sugito.

Adpel Samsat Talangagung, Sugito didampingi Kaur STNK, Heru P.

Sesuai dengan Pergub No. 88 Tahun 2018, pemutihan PKB diberlakukan mulai dari 24 September 2018 hingga 15 Desember 2018. “Waktunya terbatas tidak sampai dua bulan, untuk itu kami himbau kepada masyarakat, khususnya Kabupaten Malang yang belum membayarkan pajak kendaraan bermotornya agar segera melunasinya, mumpung ada kemudahan penghapusan denda keterlambatan yang diberikan,” himbau Sugito.

Adpel Samsat Talangagung, Kepanjen menjelaskan ada dua pembebasan biaya yang diberikan kepada masyarakat pemilik kendaraan bermotor. “Pembebasan denda pajak atau sanksi administratif keterlambatan pembayaran PKB dan bea balik nama,” kata Sugito.

“Namun untuk nilai pokok PKB yang terhutang tetap harus dibayarkan, begitu juga biaya administrasi lainnya dalam proses mutasi kendaraan atau lainnya,” tegas Sugito.

Dia pun belum bisa memprediksi berapa nantinya presentase kenaikan pendapatan PKB dari pemutihan pajak itu. “Belum bisa diprediksi mas, ini baru mulai,”pungkas Sugito. (diy)