TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Salah satu karyawan UMM jalani tes kesehatan.

Dosen, Karyawan, dan Relawan COVID UMM Tes Kesehatan

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Sejumlah dosen, pegawai, dan relawan COVID-19 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, menjalani tes kesehatan, belum lama ini. Hal ini untuk mencegah penularan berbagai penyakit, khususnya Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)

 

Salah satu karyawan UMM jalani tes kesehatan.

 

MENURUT Kepala Bagian Kepegawaian Bidang II UMM, Zakarija Achmat, S.Psi, M.Si, pemeriksaan kesehatan ini tidak terbatas pada dosen dan karyawan, tapi juga para relawan COVID. Sebut saja Mahasiswa Siaga Bencana (Maharesigana) yang menjadi garda terdepan dalam upaya penegakan protokol kesehatan di wilayah kampus UMM.

“Mereka memiliki resiko tinggi tertular berbagai penyakit, termasuk COVID. Makanya mereka kami masukkan ke daftar pemeriksaan,” ujar Zakarija Achmat, belum lama ini.

Zakarija Achmat, menambahkan, dalam pelaksanannya, tes kesehatan ini memberlakukan protokol kesehatan dengan ketat. Baik saat sedang mengantri maupun saat pemeriksaan berlangsung. Mereka juga sangat mengusahakan agar tidak membuat kerumunan serta menjaga jarak satu sama lain. “Jadwal tes sudah kami atur sedemikian rupa. Ruang kesehatan yang digunakan juga selalu kami strerilisasi setiap hari,” tuturnya.

Di tempat berbeda, dokter Rumah Sakit UMM, dr. Thontowi Djauhari NS, M.Kes, mengatakan, pemeriksaan kesehatan ini merupakan agenda rutin UMM. “Pemeriksaan kesehatan sudah dilakukan sejak lama, sebelum  ada pandemi COVID. Ketika COVID-19 datang,  general medical check up dan rapid test ini semakin sering dilakukan,” katanya.

“Biasanya, kami melakukan cek kesehatan kepada para dosen dan karyawan setahun sekali. Namun semenjak pandemi, cek kesehatan ini kami lakukan lebih sering.  Ini sebagai langkah preventif jika ada yang terpapar COVID-19. Selain itu juga untuk melihat bagaimana kondisi dan kesehatan seluruh dosen dan karyawan, serta relawan yang ada di Universitas Muhammadiyah Malang,” ungkap dr. Thontowi Djauhari NS, M.Kes.  (div/mat)