Dongkrak Perekenomian, Sanusi Dukung Bimtek Perkoperasian

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Selama ini koperasi menjadi soko guru tulang punggung perekonomian rakyat yang eksis menghadapi krisis moneter sekalipun. Agar bisa mendongkrak taraf perekonomian warga, maka perlu dijalankan Bimtek perkoperasian untuk meningkatkan peranan, inovasi dan pelayanan perkoperasian.

 

 

Plt Bupati Malang, Sanusi saat ditemui wartawan.

HAL INI dikatakan Sanusi Plt Bupati Malang kepada awak media di sela-sela giat Bimbingan Teknik (Bintek) Perkoperasian di gedung serbaguna PGRI di Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang Sabtu (20/7/2019) siang. Turut hadir perwakilan pengurus dari 600 koperasi se Kabupaten Malang.

“Dengan adanya bimtek diharapkan anggota semakin memiliki pemahaman perkoperasian yang baik agar bisa meningkatkan kesejahteraan rumah tangga masing-masing,” tegas Sanusi.

Sanusi menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini yang digagas Dewan Koperasi Indonesia Kabupaten Malang karena sangat positif dan bermanfaat sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan perkoperasian. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang maksimal.

Sejak pertama kali diperkenalkan sebagai salah satu bagian dari ekonomi di Indonesia, Koperasi menunjukkan peran yang signifikan bagi perekonomian masyarakat. Bahkan seiring bergulirnya waktu, terbukti keberadaan Koperasi mampu bertahan dari goncangan ekonomi global dan sedikit demi sedikit juga mampu membawa dampak peningkatan kesejahteraan para anggotanya.

Meski demikian, perjalanan panjang Koperasi Indonesia bukan berarti selalu berjalan mulus.

“Terlebih saat ini Koperasi sedang menghadapi tantangan besar dimana selain berhadapan dengan kapitalis besar, juga dihadapkan dengan bagaimana Koperasi dapat mempertahankan minat masyarakat untuk menjadi anggota Koperasi,” jelasnya.

Dijelaskan Bupati, hal ini tentu membutuhkan perhatian dari pihak terkait untuk bekerja dengan baik menjawab tantangan tersebut. Oleh karena itu pelaksanaan Bimbingan Teknis ini diharapkan dapat menjawab permasalahan tersebut dan juga dapat memberikan ilmu yang bermanfaat bagi semua anggota koperasi, sehingga dalam mengelola koperasi lebih baik lagi dan lebih profesional.

Sanusi juga berharap pelaksanaan bimtek ini dapat menjadi bekal dalam mengelola koperasi sehingga muncul koperasi-koperasi yang berkualitas, sehat, tangguh dan mandiri. Tidak hanya itu, ia ingin adanya sinergi kerjasama antara anggota koperasi dan pengawas, dari sinergi yang kuat lalu muncul ide gagasan mau dibawa kemana arah eksistensi koperasi.

Dengan tujuan dan keinginan semua dari didirikanya koperasi adalah mensejahterakan anggotanya dan masyarakat. Bupati juga berharap koperasi perlu melakukan koreksi dan evaluasi yang berkelanjutan.

Bila perlu setiap bulan ada rapat evaluasi. Selain itu kepada setiap masing-masing anggota koperasi harus punya visi dan misi untuk pengembangan dan kemajuan koperasi. Jajaran yang ada di masing-masing koperasi harus terus melakukan inovasi dan berkreasi, jangan stagnan.

Karena di luar tantangan sangat berat, misalnya sekarang sudah banyak berdiri Bumdes di masing-masing desa sudah memiliki lengkap dengan unggulan unit usahanya masing-masing.

“Koperasi jangan sampai kalah bersaing, jika tidak ingin koperasinya kemudian sampai vakum,” pungkas Politisi PKB tersebut. (hadi)