TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Dampak gempa bumi di Kabupaten Malang sampai dengan Sabtu (22/05/2021) siang.

Diterjang Gempa, 90 Rumah, 16 Fasum Rusak

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Gempa bumi yang terjadi pada Jumat (21/05/2021) malam, pukul 19.09.23 di barat daya Kabupaten Malang, Jawa Timur, dengan titik episentrum gempa di koordinat -8.63 LS dan 112.34 BT, tepatnya di laut selatan Jawa Timur pada jarak 57 Km Tenggara Kabupaten Blitar, menimbulkan kerusakan sejumlah rumah.

 

Dampak gempa bumi di Kabupaten Malang sampai dengan Sabtu (22/05/2021) siang.

 

MENURUT Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang,  Bambang Istiawan, sampai dengan Sabtu (22/05/2021) siang,  pukul 13.00 WIB, data yang masuk ke Posko Penanggulangan Bencana BPBD, tercatat sebanyak 90 rumah rusak akibat gempa, menyebar di 14 kecamatan  di Kabupaten Malang, mulai Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, hingga Lawang.

Bantuan untuk warga terdampak gempa di Kabupaten Malang, Jawa Timur, terus mengalir.

“Jumlah ini belum final. Angkanya akan terus berkembang. Makanya, perlu saya sampaikan bahwa, sampai siang ini (Sabtu, 22 Mei 2021) pukul 13.00 WIB, tercatat sebanyak 90  bangunan (rumah) yang mengalami kerusakan akibat gempa,” kata   Bambang Istiawan.

Bambang menjelaskan, dari 90 bangunan itu,  64 rusak ringan, 17 rusak sedang, dan 4 unit rumah rusak berat. “Alhamdulillah, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hanya ada satu orang yang mengalami luka ringan ,” terangnya.

Bantuan untuk warga terdampak gempa di Kabupaten Malang, Jawa Timur, terus mengalir.

Mantan Camat Lawang ini menambahkan,  selain merusak rumah penduduk, gempa juga menyebabkan sejumlahg fasilitas umum rusak. Di antaranya,  13 fasilitas kesehatan (Puskesmas dan sejenisnya), 3 tempat ibadah, dan 1 fasilitas umum lainnya.

Menindaklanjuti bencana tersebut, BPBD Kabupaten Malang langsung melakukan beberapa langkah. Di antaranya, koordinasi lintas sektoral untuk melakukan pendataan awal terhadap korban terdampak; Mengirim TRS dan relawan untuk melakukan assessment ke lokasi  bencana; Tim gabuangan BPBD, TNI, Polri, OPD teknis serta relawan ke lokasi bencana untuk melakukan  penanganan darurat bencana;  Mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana.

“Pada hari pertama pasca gempa, kami langsung mengirim bantuan sembako kepada warga terdampak bencana. Harapannya, untuk meringankan beban mereka. Sebab, sebulan yang lalu, mereka juga baru saja tertimpa gempa bumi yang hingga sekarang penangannya masih terus berlanjut,” paparnya.  (bri/mat)