Disperindag Bawa Pengusaha IKM Kabupaten Malang ke JOGJA EXPO 2020

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Sejumlah pengusaha IKM (Industri Kecil Menengah) Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengikuti JOGJA EXPO 2020, sejak  6 – 9 November 2020 di Malioboro Mall Yogyakarta. Hasilnya, sejumlah produk yang dibawa Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang dalam expo itu laku keras, baik lewat pejualan langsung maupun lewat order.

 

Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Dr. Agung Purwanto, MSi, (tengah, berkacamata), Sekretaris Disperindag Erlan (batik lengan pendek), Kepala Bidang Perdagangan Hasan Tuasikal (samping kiri Sekdin Erlan), serta staf Disperindag Kabupaten Malang saat mengikuti JOGJA EXPO 2020, sejak 6 – 9 November 2020 di Malioboro Mall Yogyakarta.

 

KEPALA Disperindag Kabupaten Malang, Dr. Agung Purwanto, MSi, menjelaskan,  beberapa pengusaha IKM yang ikut dalam expo yang diselenggarakan PT. Prawira Kreasi Indonesia (PISINDO) itu di antaranya, Perielang (Paguyuban Keraijnan Kabupaten Malang) yang memproduksi aneka kerajinan dan asesoris; Levina (Pakis), memproduk aneka keripik buah; Edi Cococraft (Kasembon), memproduksi hasil kerajinan batok, tas, dan dompet; D’Klotiq (Singosari) memproduksi klompen dan sepatu batik; Paguyuban Batik (Gedangan, Karangploso, dan Kepanjen) memproduksi batik tulis.

Stand Disperindag Kabupaten Malang yang menjual klompen dikunjungi para pembeli.

“Hasil yang didapat  selama pameran berlangsung cukup memuaskan. Selama pameran, ada dua jalur penjualan. Pertama,  penjualan langsung,  seperti komoditi keripik buah, bawang goreng, sepatu,  dan klompen. Kedua, jalur penjualan tidak langsung (order) berupa komoditi batik khas Malang,” terang Agung Purwanto, Rabu (25/11/2020) siang seraya menambahkan, pameran ini digelar dalam rangka turut menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Yogyakarta ke-264 tahun sekaligus untuk  mempercepat pemulihan perekonomian nasional,  khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terimbas pandemi COVID-19.

Mantan Staf Ahli Bupati Malang ini mengakui, ada beberapa kendala yang dihadapi peserta pameran asal Kabupaten Malang selama pameran berlangsung. Di antaranya, keterbatasan pengusaha IKM dalam berkomunikasi/ bernegosiasi dengan buyer dari luar negeri,  kareana kurangnya kemampuan dalam berbahasa asing.

Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Dr. Agung Purwanto, M.Si.

Selain itu, tidak semua IKM mampu menindaklanjuti kontak/komitmen dagang  dengan buyer, karena resiko transkasi menggunakan dunia maya. “Ketidakmampuan pengusaha IKM Kabupaten Malang dalam memenuhi kebutuhan/pesanan dari buyer karena kapasitas produksi mereka yang masih sedikit, juga menjadi kendala,” terang Agung.

Karena itu, mantan Kepala Bagian Perekonomian ini menyarankan, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang diharapkan,  perlu adanya terobosan – terobosan yang dapat memacu dan meningkatkan produktifitas IKM dengan mengikuti even – even pameran,  baik  tingkat nasional maupun internasional.

Diperlukan pelatihan ekspor dengan tema promosi dagang atau kontak dagang melalui internet untuk menambah pengetahuan tentang teknologi informasi bagi pengusaha UKM Kabupaten Malang. Selain itu, pengrajin yang ingin mengikuti pameran dan bergabung dengan stand Pemerintah Kabupaten Malang,  hendaknya menyiapkan diri sebaik – baiknya, baik dana maupun bahan informasi dan promosi,  seperti brosur, leaflet,  dan kartu nama yang memadai.

“Dan yang tak kalah pentingnya, pengusaha harus  mempunyai kemampuan dalam bernegosiasi dengan para buyer (pembeli) sehingga bisa mendapat transaksi pada saat pameran berlangsung,” harap Agung seraya menambahkan JOGJA EXPO 2020 ini mengambil  tema “Pameran Produk Unggulan, PKBL, Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi”. (bri/mat)