Dinas Perhubungan Perketat Angkutan Berat

*Reporter : jull dian

MALANG, TABLOID JAWA TIMUR.COM – Meski Hari Raya Idul Fitri kurang dari dua bulan lagi, namun kondisi jalan raya mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Untuk menjaga kondisi jalan tetap lancar, pengawasan terhadap angkutan jalan dengan tonase berat mendapat perhatian khusus.

 

Truk pengangkut tebu dengan tonase melebihi kapasitas, dapat menjadi penyebab kerusakan jalan.

HAL INI disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Hafi Lutfi, Jumat (27/04/2018) di kantornya. Menurut Hafi, hal ini penting dilakukan, mengingat hari raya sudah berada di depan mata. Pihaknya akan mengawasi secara ketat angkutan barang,  seperti truk bermuatan berat agar tidak sembarang melintas di wilayah Kabupaten Malang.

“Kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait. Pada dasarnya kami berusaha mempertahankan kondisi jalan dan jembatan agar tetap dalam kondisi baik. Karena, saat ini terjadi kerusakan jalan atau jembatan, akan  menjadi masalah serius. Mengapa? Karena sangat berpotensi menimbulkan kemacetan. Dan,  ini yang kita hindari,” tutur Hafi Lutfi.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Hafi Lutfi.

Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang ini menambahkan, sebenarnya, pihaknya sudah lama memperketat pengawasan truk bertonase berat, seperti truk galian tanah, pasir dan truk pengangkut tebu.

“Sebenarnya,  larangan untuk angkutan bertonase berat melintas di jalan Kabupaten Malang sudah lama kami buat. Sebab, jalan dan jembatan yang ada di Kabupaten didesain bukan untuk angkutan berat. Nantinya,  personil Dinas Perhubungan  akan sering melakukan patroli untuk pengawasan di lapangan,” tegas Hafi.

Jika nantinya ada truk dengan tonase berat akan melintas di Kabupaten  Malang tanpa mempunyai surat ijin, petugas  akan melarangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perawatan Jalan dan Jembatan pada kantor Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Suwignyo saat mendampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Romdhoni menyatakan, memang, kerusakan jalan raya dan jembatan tidak hanya karena curah hujan tinggi, tapi tonase yang berlebihan juga penyebab  kerusakan jalan.

Mengenai kesiapan Dinas PUBM menjelang hari raya, Suwignyo menjelaskan, pihaknya senantiasa melakukan perawatan rutin terhadap kondisi jalan dan jembatan. “Tapi untuk persiapan menjelang hari raya, intensitas perawatan rutin akan kami tingkatkan dengan mengerahkan tim salob (sapu lubang-red),” ujarnya.

Ada beberapa ruas jalan yang akan mendapat perhatian khusus dari Dinas PUBM. “Salah satunya adalah jalur lingkar barat Kepanjen. Jalur tersebut itu sudah bukan lagi jalur alternatif,  tapi sudah poros utama. Selain itu,  jalan menuju tempat wisata juga mendapat perhatian lebih,”tandasnya. (*)