Dinas Koperasi Latih Pembatik Pemula

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Hasil karya batik kini menjadi kebutuhan masyarakat. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang melatih para pemula agar bisa membatik di Hotel Pelangi, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, (02 -0 6/07/2018).

 

Pelaksanan pelatihan membatik oleh Dinas Koperasi Kota Malang, Jawa Timur.
Kepala Seksi Pengembangan dan Penguatan Usaha Dinas Koperasi Kota Malang, Nugroho Nanang.

SETELAH pelatihan, diharapkan dapat menciptakan para wira usaha baru, khususnya di bidang batik. Peserta pelatihan dari semua kecamatan di Kota Malang, yang mempunyai tekat dan minat wirausaha. Lebih dikhususkan bagi ibu-ibu, sehingga bisa menghasilkan karya dengan nilai ekonomi tinggi.

Kepala Seksi Pengembangan dan Penguatan Usaha Dinas Koperasi Kota Malang, Nugroho Nanang menerangkan, pelatihan batik dilakukan atas kebutuhan masyarakat. Jika dimungkinkan, ke depan, bisa diwujudkan kampung batik.

Melalui pelatihan membatik, Dinas Koperasi Kota Malang, Jawa Timur ingin menciptakan perajin baru.

“Kami melakukan survey di masyarakat, ternyata batik menjadi kebutuhan. Karena itu, kami berikan pelatihan agar bisa melahirkan para wirausaha baru. Ke depan bisa saja diwujudkan kampung batik, tinggal menentukan lokasinya kalau memang sudah memungkinkan,” tuturnya di sela – sela pelaksanaan pelatihan, Selasa (03/07/2018).

Ia melanjutkan, dalam pelaksanaan pelatihan, dirinya berkerjasama dengan pimpinan Batik Manggur (mangga anggur), Siti Malikah dari Probolinggo. Menurutnya, pemilik batik manggur sudah sangat berpengalaman dalam melahirkan perajin batik. Terbukti diangkatan pertama sudah kelihatan hasilnya, sehingga dilanjutkan dengan pelatihan angkatan berikutnya.

“Kami pilihkan tenaga ahli untuk memberikan materi pembelajaran yang baik. Bahkan, pembicara ini memberikan pendampingan sampai para peserta bisa menghasilkan karya batik,” lanjutnya.

Para peserta mengikuti pelatihan membatik.

Disinggung sudah adanya khas batik asal Malang, Nanang menjelaskan jika nantinya bisa akan bisa menambah koleksi batik yang dikerjakan warga Malang. Berbeda dengan Manggur yang bergambarkan khas mangga dan anggur, pelatihan batik di Malang ini, mengambil konsep gambar batik Malangan, yakni Topeng.

“Dari seluruh peserta, nantinya akan diambil 30 orang, untuk mengikuti seleksi balai diklat batik di Jogjakarta. Batik Malangan ini, lebih kepada konsep batik gambar Topeng,” pungkasnya.

Sementara itu, Siti Malikah selaku nara sumber, mengaku memberikan materi membatik dari yang paling mudah dulu. Namun demikian, tetap mempunyai nilai ekonomis bagi masyarakat.

“Kami berikan materi dari yang paling mudah. Kuncinya harus telaten dalam membimbing dan mengarahkan. Kesulitan pada pembatik pemula adalah pada canting, namun saat ini sudah menggunakan cantik elektrik. Jadi tinta batik tidak menetes, sehingga lebih mudah,” katanya.  (ide)