Dikasih Uang Cuma Sedikit, Cucu Bunuh Nenek

  • Reporter : jull dian

MALANG, TABLOD JAWA TIMUR.COM – M. Risal Arif Santoso (20), warga Kabupaten Magetan, Jawa Timur,  akhirnya dibekuk Tim Gabungan Polres Malang, Rabu (25/04/2018) di rumahnya. Risal diduga adalah pembunuh neneknya sendiri, Hj. Siti Khotijah (90), warga Desa Putatlor, Kecamatan Gondanglegi,  Kabupaten Malang, Jawa Timur.

 

Kapolres Malang, AKBP Yade Ujung melakukan rilis perampokan disertai pembunuhan di Desa Putatlor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur dengan tersangka M.Rizal Arif Santoso.

SETELAH sempat buron, petugas akhirnya ‘menjemput’ pelaku di rumahnya setelah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. “Dari keterangan para saksi, kecurigaan kami mengarah kepada salah seorang keluarga korban, yang akhirnya mengerucut kepada pelaku. Alhamdulillah, akhirnya pelaku dan beberapa barang bukti dapat kami amankan hari ini setelah tim melakukan pengejaran ke Magetan,”tutur Kapolres Malang, AKBP Yade Ujung kepada awak media, Rabu (25/04/2018) di kantornya

Kapolres menerangkan, motif pelaku adalah sakit hati karena diberi uang sedikit oleh neneknya, Siti Khotijah. “Pengakuan pelaku sementara ini masih seperti itu,”terang Yade.

Menurut Yade, pada Rabu (18/4/2018) pelaku mendatangi rumah korban. Saat berada di rumah neneknya, agaknya Risal sudah memiliki niat jahat. Menjelang maghrib, pelaku kemudian pamit untuk keluar rumah.

Selepas isya, Risal kembali ke rumah korban, masuk lewat pintu samping. “Pelaku kemudian memukul pembantu korban yang bernama Winarsih dan membenturkan mukanya hingga korban pingsan,” jelas Yade.

Tak hanya menganiaya pembantu neneknya, anak Winarsih, RDY (14), juga tak luput dari amukan Risal. Anak perempuan malang tersebut ditendang, dipukuli wajahnya,  serta dibenturkan ke lantai oleh pelaku yang sudah gelap mata.

Selanjutnya Risal mendatangi neneknya yang berada di dalam kamar dengan tujuan meminta uang. Permintaan cucu lelakinya langsung dituruti oleh Khotijah. Namun karena uang yang diberikan neneknya tak seberapa jumlahnya,  semakin membuat pelaku naik pitam. Sang nenek yang sudah renta, dipukul dengan tangan kosong. Merasa ketakutan,  Khotijah berniat menyerahkan perhiasan emas miliknya.

Perhiasan belum diserahkan, Risal sudah gelap mata duluan. Khotijah dipukul di kepala hingga terluka dan tidak sadarkan diri. “Mengetahui hal tersebut pelaku kemudian mengambil gelang dan tiga cincin emas milik korban secara paksa, sehinga jari korban lecet,” ungkap Kapolres Malang.

Usai melakukan tindak kekerasan terhadap tiga orang wanita secara sadis, Risal langsung kabur ke Magetan. Peristiwa yang membuat geger Gondanglegi ini baru diketahui pada pukul 21.00 setelah kerabat Hj. Siti Khotijah datang ke rumah korban.

Malam itu juga para korban yang terluka langsung dilarikan ke rumah sakit. Sayang nyawa Khotijah tidak terselamatkan. Nenek malang tersebut meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Polisi pun langsung bekerja keras membongkar kasus ini, dan baru bisa menangkap pelaku pada Rabu (25/04/2018). Kepada awak media, Risal mengaku sakit hati kepada neneknya. “Saya jengkel setiap meminta uang selalu diberi sedikit,” ucapnya.

Cucu lelaki Khotijah ini juga menyesal telah berbuat sadis yang mengakibatkan kematian neneknya. “Saya menyesal telah melakukan ini. Pehiasan yang saya ambil telah saya jual di Magetan untuk kebutuhan hidup,”pungkas Risal.  (*)