Dihadiri Bupati, Masyarakat Tumplek Blek Nonton Festival Lampion Singosari

Salah satu penampilan peserta saat penutupan Festival Lampion Singosari 2019.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Masyarakat Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, benar-benar haus hiburan. Buktinya, mereka tumplek blek di tepian jalan yang dilewati peserta Festival Lampion Singosari, Minggu (17/11/2019) malam hingga dini hari. Kemeriahan pun terasa di lokasi finish, lapangan Tumapel ketika Bupati Malang, HM Sanusi hadir bersama Ketua DPRD, Didik Gatot Subroto.

 

Bupati Malang, HM Sanusi, Ketua DPRD Didik Gatot Subroto didampingi Camat Singosari, Kapolsek, Danramil, Dan Yon Armed Singosari, menyambut peserta Festival Lampion Singosari 2019 di lapangan Tumapel Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

 

RAMAINYA masyarakat yang menyaksikan Festival Lampion Singosari ke-3 tahun 2019 ini, sudah terasa sejak sore, sekitar pukul 15.00 WIB. Sejumlah pedagang kali lima, mulai memasang tenda dan membuka dagangannya di tepian jalan, mulai seputaran esk kantor kawedanan (depan pasar), seputaran Candi Singosari hingga di  pusat keramaian,  seputaran lapangan Tumapel.

Camat Singosari, didampingi Kapolsek, Danramil, Dan Yon Armed Singosari serta Ketua PKK Singosari dan panitia, memberangkatkan peserta Festival Lampion Singosari 2019 dari depan Pusat Kerajinan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Setelah maghrib, sekitar pukul 18.10 WIB, masyarakat yang akan menyaksikan festival lampion pun mulai berbondong-bondong ke jalur yang akan dilewati peserta. Mereka berjajar di tepian jalan, mulai di lokasi start, depan Pusat Kerajinan Singosari (depan pasar), terus ke utara hingga pertigaan Jl. Kertanegara, lalu belok ke kiri (barat) ke arah Candi Singosari.

Jalan Kertanegara  sepanjang kurang lebih 1,5 Km pun dipadati penonton hingga di perempatan Candi Singosari. Bahkan, di perempatan ini, warga yang akan lewat pun agak kesulitan, karena penonton berjubel pas di tengah-tengah jalan. “Jangankan sepeda motor, mau jalan saja sulit,” kata Eko, salah seorang penonton yang membawa serta istri dan anak-anaknya menonton festival lampion di depan Candi Singosari.

Padahal, peserta festival baru sampai di sekitar candi pukul 20.30 WIB. Sambil menanti peserta festival lampion yang akan lewat, masyarakat duduk di tepi jalan. Mereka membeli plastik lebar (semacam tikar) yang dijual pedagang keliling dengan harga Rp 10 ribu per lembar untuk alas duduk sambil ngemil jajanan yang mereka bawa atau beli. Beberapa di antaranya tetap berdiri di tepi jalan.

Salah satu penampilan peserta saat penutupan Festival Lampion Singosari 2019.

Sekitar pukul 20.30 WIB, peserta pertama tiba di depan Candi Singosari, disusul peserta-peserta lainnya setelah dilepas Camat Singosari, Bagus Sulistiyawan, didampingi Kapolsek Kompol Untung Subagyo, Danramil Kapten Abdul Kodir dan Ketua Penggerak PKK serta panitia dan beberapa undangan lainnya dari depan Pusat Kerajinan Singosari.

Setelah itu, camat dan rombongan bergeser ke lapangan Tumapel sebagai lokasi finish sekaligus menyambut kedatangan Bupati Malang, HM Sanusi dan Ketua DPRD Didik Gatot Subroto.  “Masyarakat Singosari memang haus hiburan, karena selama ini sudah tak ada lagi karnaval. Kegiatan semacam ini, saya rasa perlu walau hanya setahun sekali,” kata Eko, salah seorang penonton sambil mengambil gambar para peserta yang lewat.

Seperti diketahui, Festival Lampion Singosari tahun ketiga dibuka di lapangan Tumapel, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (11/11/2019) petang. Hadir dalam pembukaan festival lampion ini, Kapolsek Singosari Kompol Subagyo, Danramil Singosari Kapten Abdul Kodir, Komandan Batalyon Armed Singosari, seluruh kepala desa dan lurah se Kecamatan Singosari serta para undangan.

 “Terima kasih atas apresiasi dari panitia, dalam hal ini  Lentera Singosari yang sudah menyiapkan acara ini. Alhamdulillah, dengan dukungan semua pihak, termasuk dari Muspika serta Dan Yon Armed Singosari yang luar biasa,  serta para kepala desa, lurah, UPT, para sponsor, dan seluruh lapisan masyarakat, acara ini bisa terselenggara dengan baik,” katanya.

Mantan Camat Teladan tingkat Provinsi Jawa Timur ini menambahkan, Festival Lampion Singosari memberikan nuansa yang luar biasa, karena dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Pemerintah Kabupaten Malang, ada tiga skala prioritas, yakni mendongkrak pariwisata, peningkatan kualitas lingkungan hidup,  dan pengentasan kemiskinan.

“Acara ini tidak hanya memberikan tontotan dan hiburan, tapi juga menjawab tiga agenda prioritas Pemerintah Kabupaten Malang tersebut. Ketiga-tiganya dicakup oleh kegiatan Festival Lampion Singosari ini. Bahkan kegiatan ini menjadi destinasi wisata yang baru dan menjadi ikon kita bersama. Dengan penataan yang apik,  acara ini memberikan kesempatan kepada para pedagang, UMKM, untuk membantu meramaikan acara ini, menumbuhkan ekonomi, dan berdampak terhadap pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup,” jelasnya.

Bagus menambahkan, senyampang dengan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), di mana Singosari, berdasarkan PP 68/2019, telah ditetapkan oleh Presiden RI sebagai Kawasan Ekonomi Khusus yang di dalamnya ada dua zona, yaitu pariwisata serta zona teknologi dan digital. “Harapannya, dengan kebersamaan, mari kita ciptakan Singosari yang aman, sejuk, bersatu, rukun. Mari kita bangun Singosari menjadi lebih baik lagi,” ajaknya.

Dalam sambutannya, Bupati Malang, HM Sanusi  berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin, dan mampu dikemas menjadi salah satu obyek menarik yang memiliki nilai jual bagi para wisatawan. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya menyambut baik kegiatan ini. Ke depan,  jika pelaksanaan ini terus dikembangkan, festival lampion ini bisa menjadi destinasi wisata di Kecamatan Singosari, dan bisa menggerakkan perekonomian  masyarakat, khususnya di wilayah Singosari, ” katanya.

Sanusi menjelaskan, pembangunan di Kabupaten Malang secara jelas telah ditentukan dengan mengedepankan tiga strategi utama. Salah satunya menempatkan bidang pariwisata sebagai fokus pembangunan. “Dalam pembangunan bidang pariwisatai, ada berbagai hal yang turut menjadi perhatian, karena pada dasarnya pariwisata modern sudah begitu berkembang. Tidak hanya berbicara tentang obyek wisata alam atau obyek wisata buatan yang pada era sebelumnya menjadi kunci kesuksesan pembangunan bidang pariwisata,” katanya.

Terkait  pelaksanaan Singosari Lampion Festival ini,  Pemerintah Kabupaten Malang akan sangat mendukung dan merespon positif manakala di setiap wilayah di Kabupaten Malang mampu menyelenggarakan kegiatan yang juga memiliki daya jual di bidang pariwisata.

“Lampion Festival di Kecamatan Singosari ini satu-satunya yang secara rutin diselenggarakan di Kabupaten Malang. Dengan konsep yang memadukan budaya, dan keterlibatan semua komponen, utamanya dari kalangan usia muda. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi obyek wisata berbasis event yang semakin menarik. Saya juga berharap agar kegiatan semacam ini dapat direplikasi dengan model yang berbeda, atau dengan kata lain mampu menampilkan kearifan lokal di masing-masing kecamatan, ” pungkasnya. (bri/mat)