Dihadiri Bupati Malang, Alfamart Gelar Gebyar Posyandu 1.000 Balita di Jabung

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional, PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) bekerjasama dengan PT Nestle Indonesia (Batita), menggelar Gebyar Posyandu 1.000 Balita, di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (26/01/2020) siang, dihadiri Bupati Malang, HM Sanusi, Muspika Kecamatan Jabung, sejumlah kepala desa, dan masyarakat sekitar.

 

 

Bupati Malang, HM Sanusi didampingi Camat Jabung, Hadi Cipto dan Kapolsek, bersama anak-anak penerima bantuan.

 

M Faruq Asrori, Corporate Communications Regional Manajer PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk (kaos merah) bersama Bupati Malang, HM Sanusi (tengah pakai kopyah hitam).

M Faruq Asrori, Corporate Communications Regional Manajer PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk, mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan swasta terhadap permasalahan stunting pada balita yang tengah menjadi sorotan di tanah air

Stand Alfamart saat menggelar Gebyar Posyandu 1.000 Balita, yang digelar Alfamart di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (26/01/2020) siang.

“Kami menyadari, persoalan stunting ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi semua lapisan masyarakat, termasuk perusahaan swasta. Sebagai toko komunitas yang dekat dengan masyarakat, kami ingin turut berkontribusi dalam upaya perbaikan tersebut.  Agendanya, pemberian informasi kesehatan bagi ibu hamil dan menyusui, pemeriksaan kesehatan, serta pemberian vaksin dan makanan untuk balita,” kata Faruq yang hadir di lokasi acara, mendampingi Bupati Malang, HM Sanusi.

Bupati Malang, HM Sanusi mengatakan, peran orang tua sangat penting dalam mempersiapkan gizi seimbang untuk mendukung proses tumbuh kembang anak. “Dengan demikian diharapkan angka stunting di Kabupaten Malang akan terus turun,” katanya.

Ribuan ibu dan anak mengikuti Gebyar Posyandu 1.000 Balita, yang digelar Alfamart di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (26/01/2020) siang.

Jumlah balita di Kabupaten Malang yang mengalami stunting —terganggunya pertumbuhan dan perkembangan akibat permasalahan gizi kronis sejak janin hingga usia dua tahun— menurun, dari 20% menjadi 16,1%. Pemerintah Kabupaten Malang akan terus menekan angka stunting melalui berbagai program.

‘Mari kita perangi stunting ini bersama-sama. Sekarang sudah ada kecamatan yang berhasil menurunkannya. Stunting bukan hanya kewajiban Dinas Kesehatan, tapi  semua pihak berkewajiban dan ikut bertanggung jawab. Di Kabupaten Malang, kini tinggal 16,1 persen dari 20 persen,” kata  Bupati Malang, HM Sanusi saat membuka  Workshop Konvegensi Stunting di Kabupaten Malang 2019 di Ijen Suites Hotel, Rabu (28/08/2019) silam.

Menurut bupati, workshop konvegensi stunting ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, demi terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Saat ini, isu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) berhubungan dengan masalah stunting. Angka stunting  di Kabupaten Malang saat ini cenderung menurun,  tinggal menyisakan 16,1%.

”Sebelumnya, jumlah stunting di Kabupaten Malang 16 ribu, 28 ribu, dan 30 ribu. Kemudian saya sarankan agar Dinas Kesehatan  mendata ulang melalui kegiatan timbang bulanan di masing-masing wilayah. Stunting ini memang susah didata. Sebagian  orang tua merasa malu melaporkan anaknya mengalami stunting,” jelas Sanusi.

Bupati mengajak masyarakat bersama  Pemkab Malang memerangi stunting. ”Mari stunting ini diperangi bersama-sama. Penanggulangan stunting merupakan tanggung jawab kita bersama. Seluruh jajaran kesehatan beserta jejaringnya dan para organisasi perangkat daerah Kabupaten Malang harus aktif terlibat dalam menghadapi masalah stunting, melalui perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, ” harapnya.

Menurutnya, pembangunan kesehatan di Kabupaten Malang sudah cukup baik. Salah satu indikatornya,  menurunya angka kejadian. Dalam kaitan penanganan stunting, lebih  fokus pada pemahaman dan perubahan perilaku serta konvergensi yang diarahkan pada upaya untuk meningkatkan intervensi gizi spesifik dan sensitif secara bersama dan terpadu di lokasi yang disepakati bersama.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, Ir. Tomy Herawanto, MP, menjelaskan, stunting merupakan salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs)  dengan target menurunkan angka stunting hingga 40 % pada tahun 2005.

“Untuk mewujudkan hal tersebut,  pemerintah telah menerapkan program intervensi gizi spesifik dan sensitif yang melibatkan seluruh sektor pemerintah yang terkait. Intervensi gizi spesifik berkontribusi sebanyak 30% dalam penurunan prevalensi  stunting. Sedangkan program intervensi gizi senisitif yang bersifat  lintas sektor berkontribusi sebanyak 70% dalam penurunan prevalensi stunting,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang warga yang mengikuti Gebyar Posyandu 1.000 Balita, di Kecamatan  Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (26/01/2020) siang. Ny. Irotul Khasanah (31) dari Desa Pandansari Lor,  Kecamatan Jabung mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. “Terima kasih Alfamart yang sudah mengadakan kegiatan posyandu di lingkungan kami. Hari ini kami mendapatkan banyak infomasi mengenai kesehatan untuk ibu dan anak ,” ungkapnya. (roz/mat)