Cegah Penyebaran COVID-19, Mahasiswa UTM Semprotkan Disinfektan

SAMPANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang  sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Satgas COVID-19 di Dusun Mandhireh, Desa Ketapang Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, melakukan penyemprotan disinfektan, Rabu (21/07/2020). Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di dusun tersebut.

 

Mahasiswa UTM yang sedang melakukan KKN Tematik Satgas COVID-19 di Dusun Mandhireh, Desa Ketapang Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang.

 

DERISKA Ayu Felisha, mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi UTM yang ikut dalam KKN tersebut mengatakan, selain melakukan penyemprotan disinfektan, mahasiswa juga  membagikan poster. Isinya, himbauan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga diri saat masa pandemi COVID-19. “Program ini bisa berjalan berkat dukungan dan bimbingan Dr. Catur Wasonowati, Sp Msi selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL),” katanya.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Trunojoyo Madura (LPPM-UTM) melaksanakan KKN Tematik Satgas COVID-19. LPPM-UTM hadir di tengah-tengah pandemi untuk ikut serta membantu masyarakat dalam pencegahan penularan COVID-19.

Kegiatan positif ini mendapat respon baik dari masyarakat Dusun Mandhireh. Bahkan  masyarakat dusun setempat  ikut serta melakukan kegiatan ini dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Ya  tidak masalah. Justru bagus. Kegiatan seperti ini membuat masyarakat juga sadar dan kembali mengingat bahwa menjaga diri, baik kebersihan dan kesehatan itu penting saat pandemi,” ujar Thoriqul Khoir, Wakil Ketua Pengurus Kampung Tangguh Mandhireh.

Deriska Ayu Felisha merasa bangga dengan terlaksananya KKN Tematik Satgas Covid-19 oleh LPPM-UTM ini. Karena selain mengabdi kepada masyarakat, dia juga senang bisa membantu mengingatkan pentingnya menjaga diri supaya tidak terpapar COVID-19.

“Senang sih bisa kembali mengingatkan saya pribadi dan masyarakat luas untuk tetap patuhi protokol kesehatan yang sudah dianjurkan pemerintah dan WHO. Masyarakat berharap pandemi COVID-19 segera berakhir dan bisa melakukan aktivitas kembali secara  normal secepat mungkin,” jelasnya. (aji/mat)