TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Salah satu kegiatan BIPA UMM.

BIPA UMM Dipercaya Jadi Fasilitator BIMTEK Kemdikbud-Ristek RI

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA)  Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Jawa Timur, ditunjuk Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia menjadi fasilitator.

 

Salah satu kegiatan BIPA UMM.

 

AGENDA peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) tersebut berlangsung selama empat hari,  sejak Senin (24/05/2021) lalu.

Dr. Arif Budi Wurianto, M.Si

Dr. Arif Budi Wurianto, M.Si, Kepala BIPA UMM menjelaskan, mereka sudah beberapa kali diundang menjadi pemateri maupun fasilitator. Kali ini Arif berkesempatan memberikan paparan terkait penyusunan desain penelitian tematik keBIPAan. “Alhamdulillah,  bisa kembali dipercaya dan memberikan manfaat kepada teman-teman lainnya,” tuturnya, Selasa (25/05/2021) siang.

Arif mengungkapkan, kepercayan yang diperoleh merupakan hasil dari usaha BIPA UMM dalam menyebarkan Bahasa Indonesia ke mata dunia. Beberapa kali staf mereka menjadi duta bahasa di negara lain dan mengajarkan Bahasa Indonesia. Di samping itu juga mengembangkan kelas dan proses belajar mengajar yang ada di BIPA UMM.

BIPA UMM sudah beberapa kali diundang menjadi pemateri maupun fasilitator.

Lebih lanjut, Arif mengatakan, kepercayaan ini menjadi bagian dari langkah-langkah internasionalisasi UMM. “Usaha mengenalkan dan mempromosikan Bahasa Indonesia ke negara lain secara tidak langsung membuat UMM dikenal di luar negeri. Ini adalah sebuah amanah untuk terus berkontribusi dan mengharumkan nama UMM,” tutur Arif.

Menurutnya, mereka juga telah melakukan berbagai kegiatan dengan maksimal untuk mengajarkan Bahasa Indonesia, sekalipun di masa pandemi yang menyulitkan. Salah satunya, membangun hubungan dengan kampus-kampus luar negeri yang menyelenggarakan kelas Bahasa Indonesia. Di samping itu juga terus membuka akses internasional bagi mahasiswa asing yang ingin belajar Bahasa Indonesia di UMM.

Terakhir, ia  berharap agar BIPA UMM tidak hanya fokus mempromosikan Bahasa Indoensia, namun juga memberikan inovasi-inovasi dan terobosan baru, khususnya dalam hal keBIPAan. “Tentu saja saya berharap kami bisa membantu mempromosikan Bahasa Indonesia serta UMM ke dunia global,” pungkasnya.  (div/mat)