Biar Inovatif, 160 CPNS Dididik di Markas Arhanud

Bupati Malang, HM Sanusi saat membuka diklat bagi 160 CPNS di Arhanud, Junrejo, Batu, belum lama ini.

BATU, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Sebanyak 160 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengikuti pelatihan dasar calon Pegawai Negeri Sipil yang diselenggarakan selama 51 hari, mulai  4 November sampai 26 Desember 2019 di Pusat Pendidikan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur.

 

PELATIHAN yang dibuka Bupati Malang,  HM Sanusi, Selasa (05/11/2019) lalu ini bertujuan untuk mencetak ASN yang inovatif. “Kami mengadakan pelatihan dengan tujuan agar bisa mencetak ASN yang berkinerja inovatif, yang berkomitmen terhadap mutu,” tutur Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Dr. Budiar, Kamis (14/11/2019) usai memberikan materi.

Dr. Budiar yang juga menjadi salah satu pemateri menjelaskan, pelatihan ini digelar agar ASN bisa menciptakan berbagai tindakan kreatif dalam memberikan pelayanan publik. “Kami ingin supaya ASN bisa menunjukkan kreasi dan inovasi serta kinerja dalam pelayanan publik  dan mengutamakan kualitas,” terangnya usai memberi materi.

Mantan Kabag Humas dan Protokol ini mengungkapkan, dengan mengikuti pelatihan, nantinya ASN mampu menjalankan fungsi dan perannya sebagai aparatur yang bertanggung jawab. “Diharapkan peserta mampu berpikir kritis untuk mencari solusi pelayanan dengan efektif dan efisien,” tukas Budiar.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Dr. Budiar, bersama para CPNS di sela-sela mengisi diklat, Kamis (14/11/2019) lalu.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah mengatakan, peserta yang mengikuti kegiatan ini, laki-laki sebanyak 48 orang, perempuan sebanyak 112 orang. Dengan pendidikan formal yang dimiliki bervariasi, meliputi sarjana dan diploma tiga. Serta pangkat dan golongan yang terdiri dari, Penata muda (III/a) dan Pengatur ( II/c).

“Dengan menerapkan kurikulum yang terdiri dari, tahap diagnosa kebutuhan perubahan organisasi, tahap membangun komitmen bersama, tahap merancang perubahan,  dan membangun tim, dan yang terakhir adalah tahap evaluasi. Narasumber terdiri dari tim Widyaiswara Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Provinsi Jawa Timur, Pusat Pendidikan Artileri Pertahanan Udara TNI AD, dan pejabat struktural Kabupaten Malang, ” ucapnya.

Bupati Malang, HM Sanusi mengatakan, pelatihan dasar CPNS ini sangat penting, karena selain merupakan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, dan Peraturan LAN Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar CPNS, pada dasarnya agenda ini merupakan modal awal untuk mewujudkan peningkatan kinerja ASN menuju pada terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

“Saat ini ASN dituntut lebih responsif, antisipatif, inovatif sekaligus siap dengan segala kondisi untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Untuk mencetak ASN sebagaimana diharapkan tersebut, sejak awal bertugas harus dibekali dengan berbagai keilmuan, wawasan,  dan pola pikir yang mengarah pada pola pikir ASN modern, dimana hal ini dapat dibentuk melalui penyelenggaraan pelatihan dasar CPNS, ” ucapnya.

Pelatihan dasar CPNS ini merupakan salah satu prasyarat agar nantinya dapat diangkat sebagai seorang PNS. Bahkan, CPNS yang dinyatakan tidak lulus pelatihan dasar, dapat diberhentikan statusnya sebagai CPNS.

Pelatihan dasar CPNS ini berbeda dengan pelaksanaan Diklat Prajabatan pada era-era sebelumnya.  Perbedaan tersebut terletak pada waktu pelaksanaan.  Pelatihan dasar CPNS selama 113 hari kerja atau 1.141 Jam Pelajaran (JP) dengan rincian 33 hari kerja (288 JP) untuk pembelajaran klasikal dan 80 hari kerja (853 JP) untuk pembelajaran non klasikal (aktualisasi pada agenda pembelajaran habituasi) di tempat kerja. Kurikulum yang diberikan pun  lebih aplikatif sesuai dengan tuntutan zaman, dimana terdapat empat agenda mata pelatihan dalam pelatihan dasar CPNS. (had/mat)