Bangkitkan Kewirausahaan, Puluhan Ibu PKK Kepanjen Belajar Buat Keripik

Camat Kepanjen, Abai Saleh menyaksikan proses pelatihan pembuatan keripik.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kabupaten Malang mempunyai ribuan pelaku usaha kecil yang membutuhkan perhatian dan bantuan untuk pengembangan usaha. Terkait hal itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang menggelar pelatihan pembuatan olahan aneka keripik dengan bahan dasar jamur, buah, dan singkong di Pendopo Kecamatan Kepanjen, Kamis (27/06/2019) selama dua hari.

 

PELATIHAN ini diikuti sebanyak 40 peserta, terdiri dari 30 ibu-ibu dan 10 pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM_ dari 14 desa se-Kecamatan Kepanjen.

Peserta pelatihan membuat keripik belajar mengepak keripik dengan alat yang sudah disediakan Disperindag Kabupaten Malang.

Ida Juliana, Kasi Industri Olahan Makanan Disperindag Kabupaten Malang mengatakan, peserta pelatihan yang berlangsung dua hari ini terlihat antusias dan bersemangat.

Selain pengolahan singkong menjadi keripik, pihaknya juga memberikan paparan tentang tata cara pengurusan perijinan usaha, inovasi pembuatan kemasan makanan, serta pemasaran produk.

“Alhamdulillah, kami tidak hanya memberikan pelatihan saja. Namun saat ini kami sudah punya partner untuk solusi pemasaran produk camilan berbahan jamur, buah dan singkong,” tegas Ida Juliana.

Peserta pelatihan membuat keripik belajar mengamati proses menggoreng keripik yang baik dan benar.

Turut dihadirkan pemateri berasal dari pelaku usaha industri di Kabupaten Malang yang telah sukses. Di antaranya, berasal dari pelaku usaha jamur krispi dan olahan buah dari  Kecamatan Pakisaji.

Selain itu dihadirkan juga Mufidah,  pengelola Keripik Singkong Delicious dari Kecamatan Jabung,  Kabupaten Malang. Mufidah terlihat bersemangat memberikan materi pembuatan dan pengolahan singkong untuk dijadikan keripik dengan rasa yang renyah dan nikmat.

Puluhan peserta pelatihan mengikuti dengan seksama paparan materi pembuatan keripik singkong mulai awal hingga akhir. Tidak hanya itu. Peserta juga diajak praktek langsung pengolahan singkong menjadi keripik menggunakan mesin sederhana, yaitu mulai pengupasan, pencucian, yang selanjutnya dipotong tipis-tipis menggunakan mesin pemotong singkong.

“Ibu-ibu,  kalau melakukan pemotongan singkong dengan mesin,  sebaiknya  memberi tekanan secukupnya. Jangan terlalu kencang,  nanti hasilnya terlalu tipis,” ujar Mufida sembari mengawasi ibu-ibu yang bergantian mencoba memakai mesin pemotong singkong.

Tahap berikutnya adalah singkong direndam selama dua hari yang selanjutnya digoreng sampai kering.  Singkong yang telah berbentuk keripik dan diberi bumbu, berikutnya dimasukkan ke dalam kemasan aluminium foil yang telah didesain dengan indah dan cantik.

El Frida Sutrisno, salah satu peserta pelatihan dari Kepanjen mengatakan, dengan adanya pelatihan ini, memberi manfaat besar bagi ibu-ibu PKK.  Manfaat yang dimaksud adalah mampu menjadi sumber ide untuk ditekuni menjadi bidang usaha yang diharapkan bisa menjadi sumber nafkah keluarga.

“Wah,  keripik ini rasanya nikmat dan beda dari keripik biasanya. Saya senang pelatihan ini bisa memotivasi kami untuk buka usaha penjualan keripik singkong,” tutur El Frida bersemangat.

Sementara itu, Abai Saleh, Camat Kepanjen mengapresiasi giat yang dijalankan Disperindag Kabupaten Malang ini. Dengan pelatihan ini, bisa memberikan gambaran  kepada masyarakat bahwa untuk memulai usaha pengolahan keripik tidak semudah  yang dibayangkan.

Bukan cuma itu, menurut Abai, pihaknya akan  mengupayakan memberikan bantuan lanjutan kepada ibu-ibu PKK yang berminat menjalani usaha pengolahan keripik.

“Saya berterima kasih kepada Disperindag Kabupaten Malang yang telah menggelar pelatihan. Nantinya, diharapkan ibu-ibu tergerak hati untuk ikut menjalani usaha pembuatan keripik untuk menghidupi keluarga,” tegas Abai Saleh. (hadi/mat)