23 Februari 2024

`

Pemkab Malang Bangun Rumah Murah

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Setelah sukses membangun 3 ribu rumah sederhana bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur  bersiap membangun rumah MBR lagi. Jika lahan sudah siap, pembangunan akan dilaksanakan tahun 2019.

 

 

Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Cipta Karya Kabupaten Malang, akan membangun rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Imam Suyono.

KEPALA Bidang Perumahan pada kantor Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Cipta Karya Kabupaten Malang, Imam Suyono, Selasa (24/07/2018) menjelaskan, tiga ribu rumah sederhana untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang dibangun bekerjasama dengan pengembang beberapa waktu silam, telah sold out.

“Kurang lebih 3 ribu rumah MBR di Kecamatan Pakis, Pakisaji, Karangploso, Singosari, Lawang, Gondanglegi, dan Turen sudah terjual semua. Mekanismenya, pemerintah memberikan subsidi harga bagi tiap rumah yang dijual oleh pengembang, sehingga harganya lebih murah. Dengan cara yang sama, kami sekarang ini sedang bersiap untuk membangun kembali rumah MBR. Saat ini masih mencari lokasi yang tepat,” terang Imam Suyono.

Menurut Imam, jika lahan yang tepat sudah ada, dimungkinkan pembangunan akan dilaksanakan pada tahun depan. “Pembangunannya dimungkinkan dimulai 2019,” katanya.

Jika mengacu rumah MBR yang dibangun Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Cipta Karya Kabupaten Malang bekerjasama dengan pengembang tahun lalu, setiap rumah tipe 36 dengan 1 ruang tamu, 1 kamar mandi, dan 2 kamar tidur, hanya  dibandrol Rp 130 juta per unit. “Itu dengan status kepemilikan SHM (Sertipikat Hak Milik). Untuk pembiayaan, melihat yang kemarin, bisa diangsur sampai 20 tahun, dengan DP ringan. Namun juga melihat usia pembeli,” jelas Imam.

Pembangunan rumah MBR adalah salah satu upaya Pemerintah Kabupaten  Malang untuk menyediakan perumahan murah bagi masyarakat. “Sasarannya memang bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah. Karena itu, selain harganya murah, proses pembiayaan juga lunak,” kata Imam Suyono. (diy)