26 Juni 2024

`

Aklamasi, Hariyono Rektor UM yang Baru

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, terpilih secara mufakat sebagai Rektor Universitas Negeri Malang (UM) periode 2022 – 2027. Pemilihan berlangsung tertutup, Rabu (19/10/2022) di Ruang Sidang Senat Graha Rektorat.

 

Panitia mengumumkan hasil pemilihan Rektor Universitas Negeri Malang (UM) periode 2022 – 2027.

 

 

GURU BESAR Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UM ini terpilih secara musyawarah mufakat, tanpa proses voting, berlangsung secara tertutup.  Pemilihan dilakukan dalam Rapat Pleno MWA (Majelis Wali Amanah).

Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, terpilih secara mufakat sebagai Rektor Universitas Negeri Malang (UM) periode 2022 – 2027.

Dalam pemilihan itu, hadir tiga calon rektor. Mereka, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, unggul di SAU dengan 56 suara. Prof. Dr. Hardika M.Pd, dengan 48 suara.  Prof. Dr. Ir Arif Nurafandi, dengan 49 suara. Sementara satu nama yang tersingkir adalah Prof. Dr. KRT. H. Sujito, yang hanya meraih 1 suara, karena  tidak hadir dalam penjaringan oleh SAU karena berada di luar kota.

Ketua MWA UM, Erik Setyo Santoso, ST, MT, rektor terpilih merupakan hasil musyawarah mufakat. Ia menjelaskan, proses pilrek UM sudah berlangsung lama. “Dari 3 calon, disepakati secara musyawarah mufakat atau aklamasi,  Prof. Hariyono yang ditetapkan sebagai rektor terpilih untuk dilakukan tahapan berikutnya,” terangnya.

Erik yang juga Sekertaris Daerah Kota Malang ini menjelaskan, dasar pelaksanaan pemilihan secara musyawarah mufakat ini mengikuti nilai-nilai Pancasila, dimana dalam sila keempat mengedepankan asas demokrasi musyawarah mufakat. “Bulan Oktober ini bulan istimewa,  hari kesaktian Pancasila. Karena itulah kita bisa memberi contoh implementasi nilai dalam bentuk riil. Kita tidak alergi voting,  tapi asas musyawarah mufakat,” ungkapnya.

Erik menjelaskan, seluruh anggota MWA hadir dalam rapat pleno yang menentukan sosok Rektor UM 2022-2027. MWA berjumlah 17 orang yang masing-masing memiliki hak suara. “Suara Pak Menteri (Nadiem Makarim) paling besar,  35 persen. MWA lainnya 65 persen. Alhamdulillah,  quorum sebenarnya 12 orang,  tapi tadi 100 persen berkumpul. Ini quorum absolut,” tegasnya.

Erik menilai, tiga calon rektor adalah sosok terbaik yang dimiliki UM. Namun dalam sebuah institusi dibutuhkan sosok pimpinan utama yang memiliki kematangan dalam berorganisasi, akademis, memahami isu-isu daerah dan nasional, bahkan internasional. Dari banyak hal ini,  MWA melakukan tracking track record calon rektor.

Menurut Erik, tuntutan UM ke depan, dari tiga calon yang terbaik itu yang paling sesuai untuk tuntutan UM di tahun 2022 hingga 2027 ini adalah Prof.  Hariyono.  “Beliau paling tepat menjawab tantangan ke depan serta keberhasilan pembangunan yang dirintis oleh rektor-rektor sebelumnya. Pembangunan fasenya tidak terputus,” tuturnya.

Sedang Plt Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. Tjitjik Sri Tjahjandarie yang mewakili Mendikbudristek,  mengucapkan selamat pada UM dan MWA selaku organ yang punya kewenangan melakukan proses pemilihan rektor.

Prof. Dr. AH Rofi’uddin MPd, anggota MWA yang juga Rektor UM  saat ini, mengatakan,  ia sangat mengenal profil Prof. Hariyono. “Kebetulan di periode saya,  beliau menjadi Wakil Rektor  1. Tapi di periode kedua saya menjadi rector,  beliau berhalangan karena mendapat tugas ke Jakarta di BPIP. Tentang performancenya, saya tidak perlu cerita lagi. Sebagai pemimpin, ia sangat tepat. Kalau mengambil keputusan, cepat dan tepat,” jelasnya.  (div/mat)