Staf Presiden : Lawan Hoaks Dengan Sebarkan Konten Positif

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Banyaknya beredar informasi hoaks, perlu dihadapi dengan menyebarkan konten positif, yang disebarkan melalui berbagai media komunikasi, seperti desain, advertising, broadcasting, dan kehumasan. Tujuannya, melawan dan menyeimbangi informasi hoaks dengan inspirasi-inspirasi positif.

 

Suasana kuliah umum di FISIP Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. (ist)

 

HAL INI disampaikan Tenaga Ahli Madya Kantor Staf Presiden RI, Agustinus Raharjo, dalam kuliah umum di FISIP Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Kamis (14/11/2019) lalu di kampus setempat. “Di era post truth (post truth  dapat didefinisikan sebagai kata sifat  yang berkaitan dengan kondisi atau situsi, dimana pengaruh ketertarikan emosional dan kepercayaan pribadi, lebih tinggi dibandingkan fakta dan data yang obyektif dalam membentuk opini publik) ini, beredar banyak informasi hoaks. Untuk menghadapinya, kami berprinsip melawan hoaks dengan menyebarkan konten positif,” katanya.

Tenaga Ahli Madya Kantor Staf Presiden RI, Agustinus Raharjo, memberikan paparan materi kuliah tamu di UB, Malang. (ist).

Pria yang biasa dipanggil Jojo ini menambahkan, konten-konten positif untuk melawan hoaks disebarkan melalui berbagai media komunikasi, seperti desain, advertising, broadcasting, dan kehumasan. “Tujuannya, melawan dan menyeimbangi informasi hoaks dengan inspirasi-inspirasi positif,” tegas alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga, Surabaya ini.

Tim komunikasi kepresidenan, papar Jojo, juga menggunakan strategi komunikasi yang mengutamakan data dan fakta dan membuat berbagai konten sesuai dengan karakter audiens. “Pak Jokowi sangat membantu dengan mengubah pola komunikasi beliau, yakni presiden yang dekat dengan rakyat dan melayani rakyat,” katanya.

Belum lama ini,  Program Magister Ilmu komunikasi FISIP Universitas Brawijaya, menggelar kuliah umum dan bedah buku. Kuliah umum dengan tema Revitalisasi Komunikasi Kepresidenan di Era Post Truth, menghadirkan Agustinus Raharjo, Tenaga Ahli Madya Kantor Staf Presiden 2016-2019, sebagai pembicara.

Kuliah umum ini membahas fenomena komunikasi terkini di media sosial yang menjadi tantangan bagi strategi komunikasi kepresidenan.  Ratusan mahasiswa S1 dan S2 Ilmu Komunikasi UB yang ikut seminar, juga disuguhi bedah buku berjudul Cerita di Balik Tirai Istana yang merupakan kompilasi keseharian kegiatan istana, termasuk strategi komunikasi kepresidenan merespon berbagai isu. Tidak hanya itu, mahasiswa juga diberi buku dalam bentuk pdf.

Sementara itu, Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya, Rachmat Kriyantono, menyebut, acara ini diselenggarakan sebagai upaya membangun wacana penguatan kehumasan pemerintah terkait kajian di prodi. “Di era post truth ini, narasi pemerintah perlu ditingkatkan melalui peran kehumasan semua lembaga pemerintah,” katanya seraya menambahkan, narasi pemerintah masih kalah, karena fungsi kehumasan masih bersifat parsial dan ego sektoral.

Terkait buku, Rachmat mengatakan, buku ini menunjukkan strategi-strategi jitu mengubah isu potensial menjadi reputasi. “Hanya saja, hal itu lebih didominasi di kehumasan istana. Perlu disuarakan humas lembaga lainnya,” pungkas Rachmat.  (had/mat)