Lulusan Vokasi Harus Ciptakan Lapangan Kerja

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Plt Walikota Malang, Drs H Sutiaji yang juga Walikota Malang terpilih mengatakan, pengangguran di Kota Malang salah satu yang cukup tinggi di Jawa Timur. Karena itu dia berpesan, sebagai generasi muda lulusan sekolah vokasi,  tidak hanya mengisi lowongan pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja.

 

Plt Walikota Malang, Drs H Sutiaji yang juga Walikota Malang terpilih mengatakan, lulusan sekolah vokasi,  tidak hanya mengisi lowongan pekerjaan, tetapi harus mampu menciptakan lapangan kerja.

 

Plt Walikota Malang, Drs H Sutiaji menghadiri KCS 2018 SMK PGRI 3 Kota Malang, Jawa Timur.

HAL ITU disampaikan saat menjadi Inspektur upacara di hadapan 880 siswa baru SMK PGRI 3 Malang, saat mengikuti pembukaan Kegiatan Cinta Sekolah (KCS) di halaman depan Mall Olympic Garden (MOG), Kota Malang, Selasa (03/07/2018).

“Kepada adik – adik yang dibekali ilmu keahlian, nantinya juga harus mampu berwirausaha sendiri. Menciptakan lapangan pekerjaan, tidak hanya mengisi lapangan kerja,” tuturnya.

Kepala SMK PGRI 3 Kota Malang, Lukman Hakim, ST.

Selain itu, lanjutnya, ia berharap SMK PGRI 3 Malang untuk terus menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdaya saing. Pasalnya, pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan Asia Free Trade Area (AFTA), tenaga asing dengan mudahnya masuk ke Indonesia.

Sementara itu, Kepala SMK PGRI 3 Kota Malang, Lukman Hakim, ST, sependapat dengan Plt Walikota Malang bahwa para siswa harus belajar untuk berwirausaha. “Kami ada beberapa materi penguatan yang akan kita sampaikan, khususnya untuk penguatan kewirausahaan pada anak-anak,” tuturnya.

Menurutnya, kemandirian siswa nantinya setelah lulus ini sangat penting. Mengingat selama ini belum semua jurusan di SMK langsung dicari oleh perusahaan.

“Saat ini masih didominasi oleh teknologi rekayasa, khususnya permesinan dan pengelasan. Kemudian multimedia, animasi, pemasaran yang berbasis marketing, poli auto body repair, elektronik. Kalau yang seperti TKR, memang harus diupayakan untuk tidak lagi bergantung menjadi karyawan,” lanjutnya. (ide)