TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Ary Pratiwi, S.Psi., M.Psi.

Kuliah Daring Timbulkan Empat Masalah Bagi Mahasiswa

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Kuliah daring (dalam jaringan) yang sudah berlangsung sekitar setahun lebih akibat pandemi COVID-19, menimbulkan empat permasalahan yang dihadapi mahasiswa, yaitu akademik, pribadi, keluarga, dan sosial.

 

Ary Pratiwi, S.Psi., M.Psi.

 

MEMANG (kuliah daring) menimbulkan permasalan tersendiri bagi mahasiswa. Masalahnya mulai kecemasan hingga stres,” kata Psikolog Universitas Brawijyaya, Malang, Jawa Timur, Ary Pratiwi, S.Psi., M.Psi, dalam Webinar Pelatihan Bimbingan dan Konseling Bagi Dosen Penasihat Akademik Batch II, belum lama ini.

Faktor akademik contohnya, mahasiswa mengalami kesulitan atau kurang jelas dalam memahami materi yang diberikan dosen, media belajar hanya PPT, koneksi internet bermasalah, sinyal internet untuk daerah tertentu bermasalah sehingga kesulitan mencari info tugas, serta banyaknya tugas tidak sebanding dengan minimnya penjelasan dosen.

Faktor yang mempengaruhi masalah pribadi contohnya, pola pikir negatif dan over thinking, merasa cemas, stres, tertekan, kesepian karena masalah akademik, kondisi COVID, keluarga,  dan lainnya.

“Faktor keluarga pada umumnya berkaitan dengan kondisi keluarga mahasiswa, seperti terlibat konflik permasalahan dengan keluarga yang tidak diinginkan, lingkungan keluarga yang tidak support, masalah ekonomi atau keuangan karena beberapa orang tua tidak bekerja atau penghasilan menurun karena COVID, serta adanya pola asuh otoriter, keras, dan tradisional sehingga membuat mahasiswa tertekan,” terangnya.

Sedangkan faktor sosial contohnya, tidak dapat berinteraksi dengan orang lain sehingga merasa kesepian,  terisolasi, tertekan, mengalami perasaan bosan di rumah terus, serta kurangnya komunikasi dengan orang lain.

Ary menjelaskan, untuk membantu permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa, ada beberapa tips yang bisa dilakukan  dosen penasihat akademik  “Pada intinya,  mereka hanya ingin didengar. Terkadang dengan kita menjadi pendengar si mahasiswa yang sedang melakukan konseling bisa menemukan permasalahannya sendiri,” katanya.

Dia menambahkan, bagi mahasiswa junior, dosen penasihat akademik harus mampu menjaga rahasia, memanfaatkan jaringan pertemanan, serta memperkuat hubungan remaja dengan menyelami dunia remaja. Seperti update tren remaja terkait bahasa gaul dan media sosial.

Sedangkan bagi mahasiswa tingkat akhir atau senior, tugas dosen pembimbing akademik antara lain, menggali informasi, seperti masalah yang dihadapi, sejarah, psikososial (latar belakang keluarga dan peristiwa siginifikan). “Dosen pembimbing akademik diharapkan memiliki pengetahuan dalam berbagai bidang, terutama masalah pernikahan dan pengasuh,” katanya.

Pelatihan konseling bagi dosen pembimbing akademik yang  diadakan Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional (P3AP) pada Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Brawijaya ini diikuti 40 dosen di lingkungan Universitas Brawijaya (UB). (div/mat)