Kuli Bangunan Diduga Edarkan Pil Haram

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata bersama Kapolsek Klojen, AKP Akhmad Fani Rakhim merilis tersangka pengedar pil koplo.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM Nur Kholis (32), warga Jl. KH Malik Dalam RT 3 RW 5, Kelurahan Kedungkandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur,  kini meringkuk di sel tahanan Mapolresta Malang Kota.  Kuli bangunan ini terancam hukuman penjara selama 10 tahun, karena diduga terlibat peredaran pil koplo (double L).

 

KAPOLRESTA Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata menerangkan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat. “Petugas mendapatkan informasi di wilayah Buring, Kedungkandang digunakan tempat penyalahgunaan obat terlarang. Selanjutnya petugas melakukan pengamatan dan pemantauan. Dari hasil pemantauan, petugas akhirnya berhasil menangkap tersangka di tepi Jalan KH Malik Dalam,” terangnya, Selasa (03/11/2020).

Dari hasil penyelidikan,  lanjut Leo, pada diri tersangka didapatkan barang bukti 3 botol pil LL. Masing- masing botol berisi 1.000 butir. Per botol dijual dengan harga Rp. 1,3 juta. Sementara tersangka mendapatkan upah Rp 50 ribu.

Setelah ditangkap, petugas terus melakukan penggeledahan ke rumah tersangka. Selain tiga botol pil LL, ditemukan satu bungkus rokok dan satu klip plastik kecil berisi 31 pil double L. Batang bukti lain,  dua buah HP serta satu sepeda motor milik tersangka.

“Tersangka dikenakan Pasal 197 subsider Pasal 196 subsider Pasal 198 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman penjara selama 10 tahun. Kasus ini masih terus kami lakukan penyelidikan,” kata  Leo.

Sementara itu, menurut pengakuan Nur Kholis,  dia  baru pertama kali melakukan aksinya tersebut.  “Saya baru pertama kali mengedarkan pil double L. Saya dapat barang dari S. Saya tergiur upahnya. Selain mengedarkan, saya mengkonsumsi pil double L, ” katanya. (aji/mat)