Exit Tol Malang – Pandaan Rawan Macet

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Kabupaten Malang, Jawa Timur  meminta agar pembangunan jalan tol Pandaan – Malang (Mapan) yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR)  memperhatikan kondisi jalan milik Kabupaten Malang di exit tol agar tidak terjadi kemacetan di pintu tol.

 

 

Pembangungan akses pintu keluar jalan tol Pandaan – Malang di Desa Ampeldento, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

KEPALA Dinas PUBM Kabupaten Malang, Romdhoni menjelaskan, adanya perbedaan kualitas antara jalan tol dan jalan milik daerah (kabupaten) seringkali menjadi titik kemacetan di pintu keluar jalan tol.

Romdhoni.

“Mengapa? Karena dari segi mutu dan lebar jalan berbeda sekali. Jalan milik Kabupaten Malang  standarnya terlalu jauh dibanding jalan tol. Makanya, ketika keluar dari pintu tol, kendaraan akan otomatis mengurangi lajunya ketika akan masuk ke jalan milik kabupaten, karena banyak jalan kita yang masih berlobang dan kurang rata,” tutur Romdhoni, Minggu (23/09/2018).

Jika dibiarkan, dipastikan di setiap pintu tol, akan berpotensi terjadi kemacetan. Pasalnya, kendaraan akan tertahan untuk mengantri memasuki jalan lokal.

Pos Polisi di pertigaan Karanglo, Singosari, Kabupaten Malang ini akan dibongkar untuk jalan tol.

Tol Pandaan – Malang,  sesuai rencana, akan memiliki empat pintu tol. Tiga  di antaranya di Kecamatan Pakis, yakni di Desa Mangliawan, Bunut, dan Ampeldento. Sedangkan satu lagi di Desa Sempalwadak, Kecamatan Bululawang.

Dengan adanya pembangunan tol Pandaan –Malang,  diharap nantinya akan mempermudah mobilitas warga dan distribusi barang maupun jasa, sehingga bisa mendongkrak perekonomian masyarakat Kabupaten Malang.

Namun begitu,  menurut Romdhoni, niat yang bagus harus diikuti dengan perencanaan dan persiapan yang matang. Untuk itu,  keseimbangan antara kualitas jalan tol dan jalan milik Kabupaten Malang harus dipertimbangkan agar ke depan jalan tol ini  tidak menjadi kontra produktif.

Menyikapi hal tersebut, Dinas PUBM Kabupaten  Malang sudah meminta kepada  Provinsi Jatim atau Kemen PUPR, agar ada peningkatan mutu jalan lokal milik Kabupaten  Malang di jalur keluar tol Pandaan – Malang. “Kami terus meminta solusi kepada Pemrov Jawa Timur dan Kemen PUPR, agar ada solusi untuk mengantisipasi kemacetan. Sedangkan pintu keluar tol Pandaan-Malang itu, berhubungan langsung dengan akses jalan Kabupaten Malang,” kata Romdhoni.

Karena itu harus ada peningkatan jalan di pintu keluar tol. Jika kualitas akses pintu keluar jalan tol tidak  sama dengan jalan tol Pandaan-Malang, dipastikan akan mengurangi tingkat kemacetan.

Dia juga menyampaikan, proses pembangunan jalan tol Pandaan-Malang masih dalam penyelesaian. Sebelumnya, pelaksana pembangunan jalan tol telah mengerjakan box traffic di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Selanjutnya, pelaksana proyek jalan tol juga mengkebut pekerjaan jalan di pintu keluar tol Karanglo, Kecamatan Singosari.(diy)