Dua Wisatawan Coban Glotak Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

Relawan BPBD dan PMI Kabupaten Malang mengevakuasi jazad wisatawan Coban Glotak, Sudarwanto dan Eko Saputro yang tewas tertimpa pohon tumbang.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Dua pengunjung wana wisata Coban Glotak di Desa Bedali Sodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sudarwanto (30) dan Eko Saputro (35), keduanya warga Jalan Proyoyudo, Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, tewas tertimpa pohon yang tumbang,  Kamis (11/04/2019).

 

Dalam kondisi hujan, relawan BPBD dan PMI Kabudpaten Malang mengevakuasi jazad dua wisatawan Coban Glotak, Sudarwanto dan Eko Saputro yang tewas tertimpa pohon tumbang.

“BERDASARKAN keterangan penjaga wana wisata Coban Glotak, kedua korban masuk lokasi wisata sekira pukul 12.00 WIB. Kurang lebih satu jam kemudian terdengar suara gemuruh, dan terjadi pohon tumbang. Melihat hal itu, ada salah satu pengunjung yang kemudian naik dan menemukan kedua korban sudah dalam kondisi meninggal dunia akibat tertimpa pohon,” jelas Kapolsek Wagir, AKP. Mey Surya Ningsih.

Kondisi salah satu wisatawan Coban Glotak yang tertimpa pohon. Hanya terlihat kakinya.

Mey memastikan tidak ada unsur kesengajaan dalam musibah yang merenggut dua nyawa pengunjung wana wisata milik Perhutani tersebut. “Murni kecelakaan, karena kondisi pohon memang sudah tua dan lapuk, ditambah kondisi cuaca hujan. Jasad korban, usai dilakukan proses olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) langsung dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang,” tegasnya.

Beginilah lokasi Coban Glotak, tempat wisatawan Coban Glotak, Sudarwanto dan Eko Saputro yang tewas tertimpa pohon tumbang. Harus melalui jalanan setapak, terjal dan licin.

Sementara itu, menurut Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo, sebelum kejadian, kedua korban sempat diperingatkan oleh salah satu pengunjung yang bernama Ngatemun (52), warga Desa Bedali Sodo, Kecamatan Wagir. “Kedua korban sebelumnya berpapasan dengan Pak Satemun, sesaat sebelum kejadian. Keduanya diteriaki oleh Pak Satemun, namun ternyata tidak kedengaran,” paparnya.

Proses evakuasi Sudarwanto dan Eko Saputro tidak segampang yang dibayangkan. Selain PMI Kabupaten Malang, personil TRC BPBD Kabupaten Malang juga turut membantu melakukan evakuasi. Di bawah guyuran hujan, proses evakuasi korban harus melalui jalan terjal yang licin. “Proses evakuasi tidak mudah, karena kedua korban digotong, dan harus berjalan kaki sejauh 3 kilometer dengan medan yang berat,” ungkap Tomo.

Agar kejadian serupa tidak terulang, pria yang akrab disapa Mbah Tomo ini meminta kepada masyarakat yang hendak berwisata agar berhati-hati, apalagi jika berpakansi ke wisata alam seperti air terjun maupun pantai. “Kondisi cuaca sekarang tidak menentu. Jika hujan deras, pengunjung wisata alam harus lebih berhati-hati, jangan berteduh di bawah pohon. Cermati kondisi sekitar,”pungkasnya.  (diy)