Dr. H. Rendra Kresna: Berikan yang Terbaik Buat Nasdem

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasdem Surya Paloh secara resmi
mengukuhkan Dr. H. Rendra Kresna untuk
memimpin Nasdem Jawa Timur.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Propinsi Jawa Timur, Dr. H. Rendra Kresna berjanji akan memenangkan Partai Nasdem pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019.

Hal ini disampaikan saat dilantik menjadi Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur, Minggu (14/8/2016) siang di Jatim Expo, Surabaya. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasdem Surya Paloh secara resmi mengukuhkan Dr. H. Rendra Kresna ini untuk memimpin Nasdem Jawa Timur.

“Saya percaya Pak Rendra Kresna mampu memimpin dan membuat Partai NasDem Jatim menjadi lebih baik,” ujar Surya Paloh di sela pengukuhan yang diikuti penyerahan bendera pataka.

Rendra Kresna dilantik sebagai orang nomor satu di Partai Nasdem Jatim menggantikan Effendy Choirie (Gus Choi) yang diangkat sebagai Sekretaris Jenderal DPP. Gus Choi menggantikan posisi Rio Capela yang bermasalah dengan hukum.

Turut hadir pada pengukuhan sekaligus konsolidasi partai tersebut, yakni Ketua DPP Nasdem Korwil Jatim sekaligus Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, pengurus dan anggota DPR RI asal Fraksi Nasdem, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, serta sekitar 6.000 simpatisan.
Rendra Kresna dalam sambutannya menyatakan siap menjalankan amanah, memimpin Partai Nasdem ke depan. Dia juga berjanji akan membawa perubahan, sekaligus menjadikan partai tersebut meraih posisi tiga besar di Jatim pada Pemilu 2019.

“Saya berterima kasih karena diberi kesempatan menjadi bagian dari partai ini dan mari bersama-sama membangun partai untuk mensejahterakan masyarakat,” katanya di hadapan para petinggi partai dan kader-kadernya.
Rendra yang sempat menjadi tokoh sentral di Partai Golkar ini juga berjanji akan menjadikan partai Nasdem di Jatim seperti yang diharapkan, sekaligus bertekad membawa partainya sebagai pemenang pada Pemilihan Legislatif 2019. “Saya berjanji Nasdem bisa meraih yang terbaik dan ke depan, dan harus menang, menang dan menang,” tegasnya.

Belum Berpikir Cagub
Sementara itu, terkait dengan Pemilihan Gubernur Jawa Timur, Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh menegaskan, partainya belum berpikir untuk memberikan dukungan kepada siapa, mengingat waktunya masih kurang dua tahun lagi. Padahal Nasdem memiliki kader internal potensial yang layak didukung, yakni Ketua DPP Partai NasDem Bidang Keagamaan yang juga anggota Komisi VIII DPR RI Hasan Aminuddin (mantan Bupati Probolinggo dua periode).

Selain itu, ada juga nama Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Mensos Khofifah Indar Parawansa dan Ketua DPW Partai Nasdem Jatim Rendra Kresna (Bupati Malang). Tapi, kabarnya Rendra telah menyatakan dirinya tidak akan maju pilgub dan berkosentrasi membesarkan Nasdem di Jatim.

Pada acara itu, dua orang yang digadang-gadang bakal menjadi calon gubernur hadir, yakni Hasan Aminuddin dan Gus Ipul. Sedangkan, Khofifah Indar Parawansa tidak hadir dan diwakilkan anak keduanya Ali Mannagalli Parawansa. Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar (Pak Halim) yang juga Ketua DPRD Jatim juga tidak mendatangi undangan.

“Kami tentukan akan konsultasikan dulu kepada Gubernur Jatim Pakde Karwo untuk mendukung siapa calon yang terbaik. Kalau bicara pilgub sekarang, masih terlalu dini. Jatim yang tenang dan mantab harus dipertahankan,” tegas Surya Paloh.

Surya Paloh juga menegaskan, belum ada saat ini pembicaraan untuk pilgub Jatim 2018. Ini karena yang terdekat adalah mendukung cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di pilgub 2017. “Untuk cagub Jatim bisa dari dalam, bisa juga dari luar. Itu kan masih lama tahun 2018,” jelasnya.
Saat melantik Rendra Kresna, Surya Paloh mengatakan, ada tekad dan semangat baru dari Rendra Kresna bergabung dengan Partai Nasdem. “Konsolidasi di Jatim jangan terhenti, karea Jatim adalah barometer kekuatan politik seluruh republik ini. Sukses di Jatim, berarti sukses di 33 provinsi lainnya. Nasdem memang partai baru dan berumur 5 tahun pada November 2016,” imbuhnya.

Dia menegaskan, parpol lain masih mengede-pankan bayar berapa dulu kepada calon untuk maju pilkada. Tapi Nasdem tidak, namun lebih mengede-pankan politik tanpa mahar. “Semoga Dik Karwo (Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jatim) sepakat dengan pemikiran Nasdem. Sudah waktunya politik pakai mahar ini distop. Kalau masih ada parpol seperti itu, jangan kasih dia sebagai partai pemenang di republik ini,” tegas Surya Paloh.* (beritajatim.com/ REPUBLIKA.CO.ID)