TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Suasana Desa Wisata Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang sejuk.

Dipameri Bupati Malang, Utusan Jokowi Kepincut  Desa Ngadas

*Reporter : mamak

 

Kehadiran rombongan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Republik Indonesia di Kabupaten Malang, Kamis (19/04/2018) benar-benar dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Malang untuk “menjual” segala potensi, salah satunya Desa Wisata Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

 

Suasana Desa Wisata Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang sejuk.

 

Kepada rombongan KEIN yang dipimpin Wakil Kelompok Kerja Keuangan dan Perbankan KEIN, Muhammad Rezqi Yuwono,  Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna, mengatakan,  Desa Ngadas merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa. Sekitar  2100 meter di atas permukaan air laut (mdpl).

“Desa Ngadas ini dekat sekali dengan kawasan BTS (Bromo Tengger Semeru), dan merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa,  kurang lebih 2100 mdpl. Di desa ini, UMKM  (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang paling berkembang adalah perhotelan berbasis homestay. Kamar mandi sudah memiliki shower pemanas standart hotel,” kata bupati.

Wakil Kelompok Kerja Keuangan dan Perbankan KEIN, Muhammad Rezqi Yuwono, berbagi cindera mata dengan Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna.

Bupati Malang menambahkan, Kabupaten Malang juga sebagai pintu masuk terbaik dan tercepat menuju BTS, karena bisa diakses dari Bandara Abd Saleh. Namun demikian  Pemerintah Kabupaten  Malang tetap berharap dukungan Bappenas agar ada percepatan peningkatan infrastruktur jalan dan akses pariwisata melalui pintu masuk dari Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo menuju kawasan BTS.

“Hanya dalam waktu 1,5 jam dari Poncokusumo,  sudah bisa sampai ke kawah Gunung Bromo. Selain itu, sepanjang perjalanan, wisatawan bisa mendapatkan suguhan luar biasa,  baik pemandangan alam maupun tradisi budaya,” kata bupati.

“Bahkan di masyarakat Desa Ngadas  memiliki budaya dan tradisi yang sangat kental. Salah satunya  upacara petekan (perut seorang wanita yang masih perawan atau janda yang masih subur ditekan oleh dukun beranak) yang dilakukan  setiap tiga bulan sekali. Jadi, perawan dan janda yang masih subur, merasa bangga, karena dianggap mampu menjaga marwah kewanitaan,” terang Ketua Partai Nasdem Jawa Timur ini.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Malang juga meminta bantuan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dalam percepatan akses literasi keuangan serta kepada Bank Indonesia. “Kami meminta kepada OJK untuk mengawasi bank-bank agar memberikan kredit tanpa agunan yang nilainya tidak lebih Rp 25 juta,” harapnya.

Bupati juga menitipkan pesan kepentingan kepada KEIN bahwa Kabupaten Malang sedang mengusulkan dua kegiatan yang terkait program nasional,  meliputi KEK Singosari dan Kawasan Bromo Tengger Semeru (K-BTS).

“UMKM terus berkembang, dari ekonomi tradisional pedesaan menuju modern/digital. Kini UMKM sudah melakukan kegiatan promosi dan penjualan menggunakan internet dan media sosial. Seperti kendang asal Kecamatan Sumberpucung,  sudah diekspor,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Kelompok Kerja Keuangan dan Perbankan KEIN, Muhammad Rezqi Yuwono mengatakan, pihaknya akan melakukan kunjungan langsung ke Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo  untuk melakukan kajian terkait leterasi keuangan,  baik perihal pengembangan ekonomi dan industri.

“Kami dapat informasi dari luar, kalau mau berwisata ke kawasan BTS,  lebih baik melalui  Kabupaten Malang. Karena itu, kami kemudian ingin melakukan cek langsung, mulai dari apa yang sudah disiapkan, kekurangan, hingga kendala yang dihadapi dalam pengembangannya. Semua itu akan kami sampaikan langsung kepada Bapak Presiden Joko Widodo,” ucap Rezqi. (*)